Dialog Pendidikan Pemilih, Kader Harus Mendorong Pelaksanaan Pemilu Yang Bersih

01 April 2014 18:41 WIB | dibaca 845

Jum’at – Muhammadiyah-‘Aisyiyah sudah mengawal pemilu sejak awal reformasi sampai saat ini. Muhammadiyah-‘Aisyiyah terus mengawal pemilu lebih demokratis, mengajak masyarakat untuk menyikapi pemilu dengan cara kritis, cerdas, mandiri dan mendorong kader yang berkualitas untuk terlibat dalam pemilu. Hal tersebut disampaikan Noordjannah Djohantini dalam sambutannya pada pembukaan dialog pendidikan pemilih pada Jum’at (28/14).

Dialog pendidikan pemilih yang diadakan di Gedung Muhammadiyah lama ini mengangkat tema “Mendorong Kualitas Demokrasi dari Demokrasi Prosedural Menuju Demokrasi yang lebih Bermaslahat”. Dialog ini diinisiasi oleh Lemmbaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah yang bekerjasama dengan Majelis Hukum dan Ham PWA Yogyakarata dalam rangka mempersiapkan kader ‘Aisyiyah untuk ikut berpartisipasi dalam membangun demokrasi yang bermanfaat dalam pemilu yang akan dilaksanakan Rabu, pekan depan.

Salah satu narasumber, Tri Hastuti menyampaikan meskipun reformasi sudah terjadi selama 16 tahun, di Indonesia masih banyak permasalahan. Terutama fenomena kemiskinan yang terus menerus ada. Menurutnya, keterlibatan ‘Aisyiyah dalam pemilu dan pendidikan pemilih bisa menjadi poros perubahan. Salah satunya dengan mendorong terpilihnya calon-calon legislatif yang memiliki rekam jejak baik dan positif dengan ikut mempromosikannya. Tri Hastuti juga menekankan bahwa jangan sekali-kali memilih calon legislatif yang melakukanmoney politic.

Disela-sela dialog, narasumber mensosialisasikan langkah-langkah untuk melaporkan tindak kecurangan selama pemilu dan bagaimana cara mencari rekam jejak calon anggota legislatif dengan memanfaatkan jaringan internet yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum pusat dan provinsi.