Desa Kalibening Menuju Desa Peduli Kespro

27 September 2017 00:14 WIB | dibaca 231

 

Senin (25/9) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melakukan pendampingan dengan menjadi fasilitator pada pelaksanaan FGD (Focus Group Discussion) Penyusunan Perdes Kebijakan Kesehatan Reproduksi di Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Magelang. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Kalibening ini dihadiri oleh sekitar 20 warga yang termasuk anggota BSA (Balai Sakinah ‘Aisyiyah), staf Desa, Kepala Dusun, BPD dan PKK.

Dalam sambutannya Nurbianto selaku Kepala Desa Kalibening menyatakan dukungannya untuk kegiatan pendampingan penyusunan Perdes Kespro ini. “Forum seperti ini sangat penting agar pemerintahan desa bisa lebih tepat menyerap keinginan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Nurbianto. Ia sangat mendukung kegiatan yang dilakukan ‘Aisyiyah dalam program MAMPU ‘Aisyiyah ini karena sangat mendorong masyarakat terutama kaum perempuan sehingga bisa tampil di depan dan mengusulkan gagasan sesuai kebutuhan para perempuan.

  

Tri Hastuti Nur Rochimah selaku Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sekaligus Manager Program MAMPU ‘Aisyiyah menyampaikan bahwa mendampingi proses penyusunan perdes kespro adalah penting bagi masyarakat sekitar terutama bagi para perempuan. “Ibu-ibu lah yang mengetahui persoalan yang terjadi di desa, karena itu mari kita payungi peraturan yang dianggap penting bagi ibu-ibu sekalian,” ujar Tri. Tri juga menyampaikan apresiasinya bagi kepala desa dan aparat desa yang sangat mendukung segala kegiatan ‘Aisyiyah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para perempuan. “Semoga Desa Kalibening ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa yang lain untuk maju bersinergi bersama,” tambah Tri.

     

Pada pelaksanaannya FGD berlangsung dengan mendapat banyak informasi, usulan juga pertanyaan dari para peserta. Bahkan para perangkat desa juga aktif menanyakan serba-serbi tentang kanker serviks dan kanker payudara. Perangkat desa yang kebanyakan adalah kaum pria sangat mendukung sosialisasi dan perdes kespro untuk bisa diberlakukan di Kalibening. Bahkan salah seorang perangkat desa menanyakan ciri-ciri kanker payudara dan oleh bidan desa yang hadir diminta maju kedepan untuk menjadi model pemeriksaan Sadari (periksa payudara sendiri).

Pada FGD ini didapatkan hasil bahwa peserta menganggap penting diadakannya pemeriksaan IVA-Sadarnis secara rutin, pendidikan kespro remaja serta sosialisasi kespro. Untuk selanjutnya hasil dari FGD akan ditindaklanjuti dengan proses pendampingan penyusunan draft perdes kespro. (Suri)