Demi Kemaslahatan, Muktamar Muhammadiyah-'Aisyiyah ke-48 Ditunda Sampai Tahun 2022

19 Juli 2020 15:49 WIB | dibaca 724

 
Dengan mempertimbangkan maslahat, mudharat, dan kemudahan pelaksanaaannya, Tanwir III Muhammadiyah 'Aisyiyah memutuskan untuk menunda pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah 'Aisyiyah Ke-48 . Penundaan ini diputuskan setelah mendengarkan pendapat ahli dan kesehatan, yakni dari MCCC serta usulan dari para peserta Tanwir. 
 
Pada Tanwir III dengan tema "Hadapi Covid-19 dan Dampaknya : Beri Solusi untuk Negeri" yang digelar secara daring, telah diputuskan tujuh poin hasil Tanwir yang disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, yakni :
 
Pertama, Mengesahakan penundaan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ke-48 di Surakarta. 
Kedua, Muktamar Muhammadiyah dan Muktamar ‘Aisyiyah ke-48 di Surakarta dilaksanakan sesuai ketentuan AD/ART pada Tahun 2022 setelah pelaksanaan ibadah haji
Ketiga, Apabila pada tahun 2021 keadaan benar-benar aman dari segi kesehatan dan berbagai aspek lainnya maka dapat dibuka kemungkinan pelaksanaan Muktamar tahun 2021 dengan mempertimbangkan maslahat, mudharat, dan kemudahan pelaksanaaannya.
Keempat, Segala konsekuensi dari penundaan Muktamar yang berkaitan dengan regulasi organisasi sah adanya termasuk di dalamnya perpanjangan masa jabatan pimpinan dari tingkat Pusat sampai Ranting 
Kelima, Dengan kewenangannya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menindaklanjuti hasil-hasil Tanwir terkait perubahan waktu pelaksanan muktamar dan permusyawaratan di bawah Muktamar serta hal –hal lain terkait pelaksanaan Muktamar ke-48
Keenam, Pelaksanan Musypimwil sampai Musyawarah Ranting termasuk Daerah dan Cabang ‘Aisyiyah Muhammadiyah secara otomatis mundur atau ditunda yang ditetapkan melalui SK Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah
Ketujuh, Mengamanatkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sesuai dengan porsinya untuk mentanfidzkan dan memimpinkan pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah ‘Aisyiyah tahun 2020 tersebut dengan seksama dan sebagaimana mestinya.
 
Pada pidato penutupannya Haedar Nashir menyampaikan bahwasanya Muhammadiyah dan 'Aisyiyah didalamnya telah mengenyam banyak perjalanan organisasi yang mewarnai pelaksanaan misi dakwah dan tajid dan segala usaha yang kita gariskan sebagai gerak Muhammadiyah. Menurutnya peristiwa atau kejadian yang darurat dalam perjalanan Muhammadiyah itu tidak sekali ini saja terjadi. "Kami berharap pengalaman itu juga menjadi inspirasi dan aspirasi kita para kader dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan." 
 
Haedar berharap bahwa agar peristiwa ini dan setelahnya dapat memberi khasanah kepada Muhammadiyah untuk semakin semangat dan matang dalam berbagai situasi. "Dengan Tanwir ini mudah-mudahan kita semakin kaya hati, kaya rasa, terus bergerak dalam satu sistem Muhammadiyah, membawa peran kemajuan bagi umat dan bangsa."  (Suri)