Cegah Kanker Serviks, 'Aisyiyah Kota Tegal Tingkatkan Kerjasama

21 Oktober 2014 10:39 WIB | dibaca 998

Peserta penyuluhan Kanker Serviks di Kota Tegal yang dilakukan oleh Motivator-Kader Kesehatan Reproduksi dari ‘Aisyiyah (Arsip ‘Aisyiyah Kota Tegal)

 

Meskipun menjadi salah satu penyebab utama kematian perempuan, sampai saat ini banyak kasus kanker serviks terdeteksi setelah penyakit berada pada stadium lanjut. Rendahnya tingkat kesadaran perempuan untuk deteksi dini terjadi karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang kanker serviks. Hal tersebut disampaikan oleh dr. EndangSyahfitri dari Klinik Pratama ‘Aisyiyah “Siti Hajar” dalam sosialisasi deteksi dini Kanker Serviks pada Ahad (19/10).

“Padahal, semakin awal kanker serviks terdeteksi, semakin besar pula peluang untuk sembuh” Ungkap Endang.

Untuk mendorong tumbuhnya kesadaran deteksi dini kanker serviks, Motivator-Kader Kesehatan dari ‘Aisyiyah Kota Tegal mengajak warga ikut dalam pemeriksaan Pap Smear gratis. Pap Smear adalah deteksi kanker dengan cara pengambilan sampel sel yang berada di mulut rahim dan kemudian di bawa ke laboratorium khusus untuk diperiksa adanya kelainan atau tidak. Pemeriksaan Pap Smear diadakan atas kerjasama ‘Aisyiyah Kota Tegal, BPJS setempat dan Laboratorium Cito.

Adisty, tim dari ‘Aisyiyah Kota Tegal menyampaikan bahwa Bulan Oktober merupakan periode terakhir pemeriksaan Pap Smear gratis oleh BPJS Kota Tegal yang bekerjasama dengan Laboratorium Cito . Menurutnya, dalam kerjasama ini, ‘Aisyiyah Kota Tegal menawarkan kerjasama terkait peserta yang akan ikut serta dalam pemeriksaan.

“Kita khan dekat dengan massa di lapangan, jadi kita tawarkan untuk mengadakan pemeriksaan di lokasi kami” kata Adisty.

Setelah dilakukan penyuluhan, antusiasme warga untuk ikut deteksi dini terlihat dari jumlah peserta yang tertarik ikut pemeriksaan Pap Smear. Ada lebih dari 40 perempuan yang hadir dalam pengambilan sampel sel yang dilakukan oleh tim dari Laboratorium Cito pada Selasa dan Kamis lalu (14 & 16/10). Menurut Adisty, sementara BPJS bisa mangkomodir mereka yang memiliki kartu Jamkesmas. Ada 28 perempuan di Kecamatan Margadana dan 10 perempuan di Kecamatan Sumurpanggang yang sudah diambil sampel sel mulut rahim.

“Hasilnya nanti bisa didapat setelah dua minggu. Kita nanti akan bagikan hasilnya di komunitas agar ada dampingan untuk hasilnya negatif atau positif” kata Adisty.

Kedepannya, Adisty menambahkan akan diadakan kembali pengambilan sample untuk diperiksa dari warga perempuan di wilayah program kesehatan reproduksi ‘Aisyiyah termasuk Margadana dan Sumurpanggang.

“Setelah ini kita akan tetap mendatangi BPJS untuk memastikan jenis kerjasama apa yang bisa dilakukan agar pemeriksaan Pap Smear ini bisa terus dilaksanakan dan diterima merata” tandas Adisty. (Mid)