Cari Tahu Cara 'Aisyiyah Mengorganisir Komunitas, 4 Mahasiswa Universitas Sydney Kunjungi Pangkep

20 Juli 2017 15:23 WIB | dibaca 1755

 

18-19 Juli 2017, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah mendapat kunjungan dari empat mahasiswa dan satu asisten dosen dari Universitas of Sydney. Kedatangan para mahasiswa tersebut adalah dalam rangka melihat bagaimana pengelolaan dan pengorganisasian kelompok perempuan yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah di Pangkep dalam program MAMPU (Maju Perempuan untuk Penanggulangan Kemiskinan) ‘Aisyiyah yang memang merupakan kerjasama antara Australia dan Indonesia.

‘Aisyiyah Pangkep sangat aktif melakukan program pemberdayaan perempuan yang diusung oleh ‘Aisyiyah melalui kelompok dampingan yakni Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA). Melalui kelompok BSA ‘Aisyiyah melakukan berbagai kegiatan seperti perekonomian, keagamaan juga sosialisasi lima isu yakni ASI, KB, Kespro, JKN, dan Kepemimpinan Perempuan.

 

Disampaikan oleh Nhany selaku koordinator MAMPU ‘Aisiyah Pangkep, bahwa kedatangan mahasiswa tersebut berkaitan tentang konsep pemberdayaan perempuan Aisyiyah melalui komunitas Balai Sakinah Aisyiyah (BSA). "Baik dalam pembangunan ekonomi, kepemimpinan perempuan, kesehatan reproduksi dan advokasi kebijakan serta anggaran kepada pemerintah," katanya.

Dalam kunjungan yang dilakukan selama dua hari tersebut para mahasiswa diajak untuk mengunjungi dan berinteraksi dengan para perempuan anggota kelompok BSA seperti di BSA Mattoanging, BSA Bonto Puca, BSA Bulu Cindea, BSA Belae. Para mahasiswa juga melakukan diskusi dengan beberapa pemerintahan desa terkait kebijakan desa yang berpihak pada perempuan.

    

Para mahasiswa juga mengunjungi PKM Minasate'ne untuk melihat pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kespro sebagai isu utama yang dijalankan oleh MAMPU ‘Aisyiyah, disini juga mereka melihat penandatangan MoU tim Palitiatif Care antara Aisyiyah dan PKM Minasate'ne

Menurut Nhany secara keseluruhan mereka kagum melihat kerja yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah. "Mereka pada dasarnya excited melihat semua momen kunjungan dan senang melihat kegiatan komunitas yang ada, para mahasiswa juga banyak menanyakan mengenai cara kerja ‘Aisyiyah secara kelembagaan termasuk dalam mengorganisir para perempuan di komunitas BSA " jelas Nhany. (Suri)