BPOM Sukses Gandeng 'Aisyiyahkan Berdayakan UMKM Pangan

25 April 2019 19:25 WIB | dibaca 227

'
PANGKALPINANG -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersinergi dengan ormas perempuan Islam, 'Aisyiyah Provinsi Bangka Belitung sukses selengarakan kegiatan Intervensi Keamanan Pangan Bagi UMKM Pangan yang berlangsung di Sahid Bangka Hotel, Rabu(24/04). Kepala BPOM Pangkalpinang, Hermanto menjelaskan bahwa dalam kegiatan yang dilaksanakan dari 23-24 April 2019 BPOM memang mengandeng 3 ormas perempuan Islam seperti 'Aisyiyah, IPEMI dan Salimah dengan mengikutsertakan 750 UMKM se-Pulau Bangka. Hermanto berharap melalui kerjasama yang baik ini dapat menjadi wadah dalam membantu tugas pemerintah khususnya melalui BPOM dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih baik ke depanya. "Saya yakin melalui kegiatan intervensi keamanan pangan bagi pelaku UMKM Pangan ini akan akan sangat relevan sekali dalam mendukung peningkatan produksi bahan pangan aman yang tentu saja menjadi hal pokok untuk kita konsumsi dari pagi hingga malam, makanya sekali lagi peran UMKM ini juga sebagai kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat," tambah Hermanto.
 
Ia juga mengingatkan kepada para pelaku usaha untuk senantiasa menjaga produksi produk-produknya sesuai dengan kaidah-kaidah kesehatan yakni bahan pangan yang aman, bergizi dan bermanfaat bagi masyarakat.  "Kita tentu berharap para pelaku UMKM yang telah mengikuti kegiatan intervensi keamanan pangan bagi UMKM Pangan 2019 ini dapat mengambil manfaatnya dan semakin memiliki pemahaman dan sadar akan pentingnya keamanan pangan dalam upaya kita bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harap Hermanto lagi.
 
 
Ketua Panitia Penyelenggara dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Provinsi Bangka Belitung, Avong Komariah juga mengaku bangga dapat bekerjasama dengan BPOM terlebih para pelaku UMKM yang hadir dengan sangat antusias. "Alhamdulilah sekali karena kegiatan intervensi keamanan pangan bagi UMKM Pangan ini dapat berlansung sukses dan kita berharap untuk para pelaku UMKM di Bangka khususnya juga semoga semakin berfikir maju, tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang telah diterima. Harus siap terbuka membangun jaringan usaha. Memperhatikan masalah tempat produksi yang sesuai dengan standar atau kaidah kesehatan yang sudah ditentukan, semuanya harus detail, misalnya kamar produksi harus tersendiri jangan dekat dengan kamar mandi dan sejenisnya. Oleh karena itulah UMKM kita ini butuh pembinaan berkelanjutan dan kami dari 'Aisyiyah juga berharap kerjasama dengan BPOM dapat terua terjalin dan berkelanjutan," ungkap Avonk.
 
Anita Nur Aini selaku Kepala Seksi Pendampingan UMKM Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM Republik Indonesia
juga menghaturkan ucapan terimakash atas dukungan dari PWA Babel, IPEMI dan Salimah yang ikut mensukseskan kegiatan intervensi keamanan pangan bagi pelaku UMKM di Babel. "Pastinya senang sekali karena kita melihat antusias peserta bagus sekali. Semoga makin ke depan pelaku usaha kita semakin lebih sadar bahwa ijin edar produk pangan yang mereka buat adalah sangat penting dan wajib diterapkan. Makanya sekali lagi semoga kegiatan ini juga menjadi pemicu semangat bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan bisnisnya," harap Anita.
Anita juga mengaku bahwa BPOM RI juga sudah melatih fasilitator nasional dan daerah dari 4 ormas yakni Aisyiyah, IPEMI, Salimah dan Kadin yang diharapkan akan menjadi perpanjangan tangan BPOM untuk melanjutkan intervensi ini, menggandeng pelaku UMKM, membimbing, memfasilitasi sampai mentas dapat izin edar produknya.
 
Sumber: Avonk Komariah