Antusias Cegah Stunting, ‘Aisyiyah Bukittinggi Gelar Seminar Tentang Gizi

31 Januari 2020 14:42 WIB | dibaca 120

Bukittinggi -- Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Bukittinggi tidak pernah absen dengan kegiatan-kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Di samping kegiatan rutin, PDA Bukittinggi juga ikut memeriahkan Hari Gizi Nasional 2020 yang jatuh pada 25 Januari 2020 lalu. Peringatan Hari Gizi Nasional 2020 digelar dengan serangkaian acara.

Acara pertama diisi dengan Seminar Sehari yang mengambil tema “Stunting, Pencegahan dan Risiko Jangka Panjang.”

Seminar sehari yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari dipenuhi oleh peserta dari luar kota yang sangat antusias menyimak. Narasumber seminar sehari ini pun para ahli di bidangnya, seperti dr. Firman Abdullah, Sp.OG yang membahas pencegahan Stunting sejak persiapan pernikahan dan kehamilan.

Mengutip yang dikatakan dr. Firman bahwa kehamilan yang baik paling utama adalah mengonsumsi makanan penuh nutria dan terhindar dari penyakit sehingga janin akan tumbuh dengan optimal.

Narasumber kedua, dr. Rahmi Yetti, Sp.A., membahas pencegahan stunting. “Stunting harus benar-benar dicegah, karena akan menyebabkan kerusakan otak yang irreversible. Jika stunting telah terjadi sebaiknya harus bisa kejar tumbuh tercapai sebelum usia 7 bulan, karena jika tidak berdampak menjadi sindrom metaboli,” paparnya.

Selain itu, dr Desi Melinda, Sp.PD., menyampaikan bahwa dampak stunting di kehidupan lanjut di antaranya hiperkolesterol, diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit kardiovaskuler yang lain. Pemaparan ditambahkan oleh Riyani, S.K.M., M.Kes yang menyampaikan asuhan gizi dalam mencegah stunting.

Seminar sehari dan acara lainnya disambut peserta dengan antusias. Hall BKD Balaikota lama, jalan Sudirman Bukittinggi yang menjadi tempat terselenggaranya acara tampak dipenuhi para peserta seminar maupun peserta konsultasi dan pameran. Beberapa peserta mengatakan kegiatan seperi ini harus sering diadakan karena melibatkan peserta dan masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan edukasi dan konsultasi gizi bagi peserta seminar. Setelahnya diadakan pameran makanan sehat dan cukup gizi oleh Persagi. Tidak hanya itu, juga terdapat demo membuat pudding sedot bagi anak panti asuhan dan santunan keluarga ‘Aisyiyah se-Bukittinggi.

Acara yang digagas oleh PDA Bukittinggi bekerjasama dengan Persatuan ahli gizi (Persagi) RS Ahmad Mukhtar, Wanita Islam Badan Penyantun Yarsi, serta IIDI BKMT ini ditutup dengan hangat oleh Rahmi Yetti selaku Wakit Ketua PDA Bukittinggi. “Kehadiran pesertanya di luar dugaan, ternyata ilmu ini sangat bermanfaat buat ,asyarakat. Kita tuju gizi optimal untuk generasi milenial. Bersama-sama kita cegah stunting,” ajaknya mengakhiri acara tersebut.