Akilah Menaruh Asa pada Dua Matanya

19 Maret 2015 12:13 WIB | dibaca 851

Foto saat kader dari BSA melakukan kunjungan ke rumah keluarga Akilah. Nampak dalam foto Akilah dan Ibunda.

 

Kasus gizi buruk dialami Akilah, bayi 10 bulan, anak pertama dari Ibu Bayang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga ini merupakan PUS anggota BSA di Bonto Mate’ne, Kecamatan Sinoa, Bantaeng. Suaminya bekerja sebagai buruh kebun kepunyaan orang. Sejak lahir, Akilah telah terkena katarak. Karena tak punya biaya, ia tidak memeriksakan lanjut penyakit anaknya itu. Alhasil, kini hanya tersisa satu mata yang dapat diobati karena terlambat diobati. “Meskipun saat ini dia masih dapat melihat, tapi ke depan saya tidak bisa memastikan apakah anak saya masih dapat melihat ketika tidak diobati segera,” ungkap Ibu Bayan.

Akila juga bukan hanya terserang katarak. Pertumbuhan fisiknya tak sebagaimana seharusnya tumbuh kembang anak seusianya. Ia belum dapat menegakkan lehernya, dan perutnya pun tampak buncit sedangkan bagian tubuh yang lain terlihat sangat kurus atau tampak sebagai anak dengan gizi buruk. ASI Ibu Bayang tak keluar, sehingga Akila tidak mendapatkan ASI sejak bayi. Semula untuk menggantinya, Ibu Bayang bermaksud memberinya susu formula, tapi untuk membeli pun tak mampu, sehingga ia memberikan anaknya itu teh. Minuman yang tidak seharusnya dikonsumsi bayi apalagi di usia sebelum 6 bulan.

Ibu Kamariah, salah satu kader BSA Bonto Mate’ne, kemudian mengunjungi rumah ibu Bayang dan melihat langsung kondisi Akila. Setelah itu, ia memberi vitamin dan membantunya memberi susu. Satu bulan setelahnya, saat Tim ‘Aisyiyah mengunjungi rumah Ibu Bayan, kondisi Akila mulai membaik. Ia dapat menegakkan lehernya dan tubuhnya terlihat lebih berisi. Menurut kesaksian ibu Kamaria, “sebelumnya tidak begini, belum bisa menegakkan leher dan badannya kurus sekali.” Ibu Bayan pun berkomentar pendek, “sudah duduk tegap seperti ini adalah suatu kesyukuran buat saya.” Selanjutnya, kasus Akila disampaikan kepada bidan Puskesmas Sinoa untuk mendapat layanan, dan Kepala Puskesmas pun turun langsung, apalagi informasi perihal Akila ini juga telah dipublikasikan di akun FB Aisyiyah Bantaeng. Informasi terkini, Akila akan dirujuk agar bisa dioperasi di RS Makasar. “Saya berharap ke depan anak saya bisa sembuh sebagaimana anak-anak yang lain,” Ibu Akila menaruh harap. (Hjr)