AKBID ‘Aisyiyah Pontianak Kini Menjadi Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak

25 Juni 2019 15:17 WIB | dibaca 245

Pontianak -- Pada Senin (24/06) kemarin, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Dr. Ir. Udiansyah, MS menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perubahan Instansi Akademi Kebidanan (AKBID) ‘Aisyiyah Pontianak menjadi Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak (POLITA). SK Perubahan Instansi tersebut diterima oleh Wagiyem selaku Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Barat.

Acara yang berlangsung di Kampus Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Kalbar tersebut selain dihadiri oleh civitas akademika juga dihadiri beberapa perwakilan dari perguruan tinggi setempat. Berdasarkan penuturan Wagiyem, di antara yang turut hadir adalah STIM Muhammadiyah, IKIP PGRI, AKBID dari kota Singkawang dan Budi Utomo.

Dalam sambutannya, Wagiyem menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kota Pontianak, Kemenristek yang diwakili Kepala LLDIKTI dan dari berbagai pihak atas dukungan yang diberikan untuk POLITA.

Bagi Wagiyem, perubahan bentuk tersebut sebagai bentuk kontribusi ‘Aisyiyah Kalbar dalam mencerdaskan bangsa. “Sebagai ‘Aisyiyah bagaimana untuk ikut andil dan berperan mencerdaskan bangsa dalam hal ini dengan berdirinya perguruan tinggi. Selain itu perubahan bentuk untuk memperluas program studi (prodi) yang ada, karena dengan perubahan ini maka akan lebih fleksibel tidak hanya ada prodi kesehatan” ungkapnya.

Sementara itu, Udiansyah dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan penting di antaranya pertama, penting bagi POLITA untuk menjaga jaminan mutu. “Dalam LLDIKTI ada slogan yang berbunyi bahwa perguruan tinggi yang tidak bermutu bisa mati,” terangnya. Selain itu, ia menambahkan pemenuhan persyaratan standar dalam penyelenggaraan perguruan tinggi juga menjadi hal penting. “Misalnya klasifikasi dosen harus linier dengan S2nya, kalau tidak maka tidak diakui. Satu hal lagi, yaitu program bidikmisi bagi perguruan tinggi bergantung pada akreditasi prodinya,” jelas Udiansyah.

Wagiyem juga menyampaikan bahwa POLITA akan diresmikan secara langsung oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini pada (27/06) mendatang. Acara tersebut akan dirangkai dengan launching Klinik Pratama ‘Aisyiyah Pontianak.

Setelah berubah menjadi Politeknik, Wagiyem berharap perubahan status dapat memperluas dalam penerimaan mahasiswa. “Nantinya calon mahasiswa punya pilihan alternatif prodi sesuai dengan yang diminati. Untuk saat ini prodi analis media baru ada satu di Kalbar, maka kami akan membukanya dan juga prodi teknologi informasi (TI) yang saat ini semakin diminati,” papar Wagiyem.

Di akhir, Wagiyem berharap POLITA dapat menjadi perguruan tinggi yang terus eksis di Kalbar. (AAM)