'Aisyiyah Upayakan Strategi Penurunan Angka Kematian Ibu di Indonesia

20 Desember 2017 23:14 WIB | dibaca 255

YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA) sejak tanggal 19 hingga 21 Desember 2017 menggelar Konsolidasi Nasional Program Mampu ‘Aisyiyah yang dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) dari daerh Mampu.

Dalam acara konsolidasi tersebut turut mengundang Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) RI, Eni Gustina. Dalam pemaparannya Eni membahas mengenai strategi dan kebijakan peningkatan gizi dan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)di Indonesia.

Eni menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kematian Ibu, diantaranya aborsi yang tidak aman, unmet need KB, pertolongan persalinan tidak tepat oleh petugas kesehatan terlatih, maupun penyebab tidak langsung seperti anemia, cacingan, dan kurang gizi.

Eni juga memaparkan bahwa pada tahun 2016 angka kematian Ibu sejumlah 4912 jiwa, sementara pada tahun 2017 terdapat 3284 jiwa Ibu yang meninggal.

“Kematian ibu sekarang bergeser, yaitu pada ibu-ibu muda terlebih pada kehamilan remaja,” ungkap Eni pada Rabu (20/12) di Aula Kantor PPA Jalan Ahmad Dahlan Lantai 2.

Selain itu, terdapat dua hal yang sangat berdampak pada tingginya kematian Ibu saat hamil, yaitu akibat hipertensi dan pendarahan saat melahirkan.

Dua hal ini menurut Eni dapat dicegah, yaitu dengan membangun kerjasama dengan bidan maupun tenaga kesehatan.

“Tenaga kesehatan seharusnya bukan hanya care (peduli) kepada pasien, namun bisa cure (menyembuhkan) pasien-pasien Ibu hamil,” ucap Eni.

Dalam kesempatan tersebut, Eni juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada ‘Aisyiyah yang sudah peduli kepada isu-isu kesehatan reproduksi dan isu-isu perempuan.

“Kami berharap ‘Aisyiyah dengan kami (pemerintah) dapat terus saling bersinergi dalam peningkatan gizi dan penurunan angka kematian ibu (AKI),” pungkas Eni.