'Aisyiyah Sumatera Barat Tutup Resni Pesantren Ramadhan untuk Narapidana

28 Juni 2018 12:24 WIB | dibaca 48

PADANG - Ketua PW 'Aisyiyah Sumbar, Bunda Meiliarni Rusli menutup secara resmi pesantren Ramadhan Napi Perempuan tahun ketujuh di Rutan Klas II B Padang Jl. Anak Air, Batipuh Panjang, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis, (7/6/2018). Hadir juga Kalapaz Rutan Kelas II B Widiarti dan jajaran.

Jumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Anak Aia mencapai sebanyak 691 orang yang menempati 10 kamar. Di mana dari jumlah tersebut sebanyak 91 adalah napi wanita.

Kegiatan penutupan diawali dengan Lomba Asmaul Husna antar peserta juara 1.kamar 4. Juara 2 kamar 6. Juara 3.kamar 5. Sementara itu lomba surat pendek, juara 1 Marini, juara 2 Nurainun, dan juara 3 Ica.

Ketua PW Aisyiyah Sumbar Bunda Meiliarni Rusli menyampaikan Bagi para napi diminta tinggalkan dosa dan kemaksiatan masa lalu dan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

"Hukum sosial lebih berat makanya para napi harus menyesal segala bentuk karena melakukannya lagi dan berjanji kepada Allah untuk melakukan perbuatan yang serupa, giatkanlah sholat malam serta rajin membaca Alquran.

"Berjanjilah kepada diri sendiri dan Allah untuk tidak melakukannya, ibarat pepatah sesat diujung jalan balik kepangkal jalan," katanya.

Ketua Pelaksana Pesantren Ramadhan, Mulyati Jabir mengatakan Pesantren Ramadhan adalah tahun ke-7 yang digelar Majelis Tabligh PW Aisyiyah Sumbar bertempat di Rutan Kelas II B Anak Aia Padang, Kamis, (7/6/2018)

Kegiatan ini diikuti 91 warga binaan wanita dengan 6 kali pertemuan, pada Hari Senin dan Kamis, yang digelar mulai tanggal 21 Mei hingga 7 Juni 2018.

Keberadaan pesantren Ramadhan ini sebagai tempat bagi warga binaan untuk mempelajari agama Islam dan belajar membaca Alquran.

"Terima kasih kepada Kalapas yang telah memberi izin bagi Aisyiyah untuk terus memberikan pencerahan segala sesuatu menjadi amal ibadah, kami harapkan apa yang disampaikan narasumber hendaknya membuat warga Lapas berubah menjadi orang yang lebih baik, " katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembinaan Majelis Tabligh PW Aisyiyah Sumbar.

"Evaluasi diri dan bekali diri dengan agama dan keterampilan.Perbaikilah diri menjadi lebih baik jangan jatuh di lubang yang sama karena manusia yang baik adalah manusia yang mampu mengubah dirinya menjadi lebih baik," ungkap Ketua PW Aisyiyah Sumbar.

Susi, Napi Perempuan mengatakan. "Cukup sekali iko ma (cukup sekali ini saja, red) saya mau taubat saya tidak mau masuk ke Lapas lagi, saya tidak mau jatuh ke lubang yang sama lagi," tuturnya sambil meneteskan air mata.

"Meskipun lami latar belakang berbeda terima kasih mengisi hati nurani kami dengan santapan nurani dan skill keterampilan, kami banyak belajar disini," tutupnya. (RI)