'Aisyiyah Raih Penghargaan MURI Terkait Kepeduliannya Pada Tuberkolosis

05 April 2017 16:06 WIB | dibaca 1216

 

Kepedulian ‘Aisyiyah terhadap TB-HIV mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Dalam rangka semarak Hari Tuberkulosis se-Dunia yang diperingati pada 24 Maret, ‘Aisyiyah telah berhasil mengerahkan kader-kader TB-HIV Care Aisyiyah dalam program ketuk pintu yang dilaksanakan di berbagai daerah.

‘Aisyiyah berhasil mendapatkan penghargaan Museum Rekor dunia Indonesia (MURI) atas keberhasilan Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah setelah berhasil mengetuk pintu terbanyak dalam program Ketuk Pintu Rumah Warga untuk mencari penderita TB. Penyerahan ini diberikan langsung oleh Jaya Suprana, disaksikan oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di Balai Kota Jakarta pada Sabtu (1/4).

Authorized Principal Recipient ‘Aisyiyah Community TB-HIV Care, Atikah M Zaki mengatakan bahwa dengan mengusung tema gerakan masyarakat TOSS TB (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) pihaknya berhasil mengetuk pintu serentak yang dilaksanakan pada 6-18 Maret 2017 dengan jumlah keseluruhan sebanyak 556.798 rumah di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Atikah menjelaskan, bahwa setiap kader akan mengetuk sepuluh pintu yang dilakukan selama 15 hari. Menurutnya, hal ini dilakukan guna menemukan pasien yang diduga belum ditemukan yakni sekitar 650.000 orang. Sedangkan jumlah yang terlaporkan baru mencapai 350.000 orang. “Sehingga masih dibutuhkan upaya untuk menemukan suspect,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Program SSR TB-HIV Care Aisyiyah Kota Yogya, Rakhmawati mengaku bersyukur atas penghargaan yang didapatkan. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi semua pihak untuk bersatu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan TB.

“Kami berharap moment ini bisa menjadi pemantik, pencetus bagi kita semuanya untuk bersatu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, terus mensosialisasi, mengedukasi tentang TB, melakukan skrining dan merujuk ke Puskesmas atau Fasyankes lainnya di sekitar kita,” pungkasnya.