'Aisyiyah Probolinggo Edukasi Ketahanan Pangan di Era Pandemi

21 September 2020 18:43 WIB | dibaca 60

 
Probolinggo - Edukasi ketahanan pangan di era pandemi, tidaklah berlebihan. Masa pandemi Covid-19 ini, pendidikan seakan lumpuh. Seolah tidak ada aktivitas nyata bagi guru-guru di Amal Usaha Aisyiyah. Bagaimana tidak? Para pendidik diharuskan melaksanakan pembelajaran dari rumah. Untuk sebagian sekolah mungkin bisa dilaksanakan, namun demikian tidak semua berjalan sesuai harapan, apalagi untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak sangat menyita pikiran, membuat kejenuhan dan keresahan pendidik. 
 
Sebagai upaya mengurangi tingkat kejenuhan, Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Probolinggo dalam Lembaga Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (LLHPB) bersinergi dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan edukasi ketahanan pangan di era pandemi bagi para guru di Amal Usaha Aisyiyah yakni 'Refreshing, belajar sambil berkebun.' Kegiatan edukasi yang diselenggarakan pada Jumat (4/7) ini berlokasi di lahan pekarangan rumah Aya Sophia, salah satu anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. 
 
LLH PB mengajak guru-guru karena guru sebagai pelaku pendidikan di Amal Usaha Aisyiyah yang nantinya akan mengajarkan pendidikan kepada siwa-siswinya, termasuk pendidikan tentang lingkungan. Oleh sebab itu para pendidikan diberi pemahaman tambahan tentang lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan.  Hadir dalam kegiatan ini sebanyak dua puluh orang dari jajaran pimpinan Aisyiyah, guru-guru, juga lima orang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah, dan perwakilan MCCC Kota Probolinggo.
 
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah pembibitan. Bagaimana cara penanaman dengan media pupuk kandang, praktik pemindahan bibit sayur dengan menggunakan media pupuk kandang, dan praktik penanaman, selain itu disisipkan juga pengolahan hasil penanaman. Misalnya bagaimana mengolah sayur dengan baik untuk konsumsi anak-anak. Warga hijau tetap terjaga, selain menarik juag kandungan gizi tetap terjaga. 
 
Masfu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini untuk bekal para guru dalam memberi edukasi yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan lingkungan kepada murid-muridnya kelak jika sudah dimulai masuk sekolah. "Edukasi tentang lingkungan dan ketahanan pangan ini jika diterapkan di sekolah-sekolah maka akan terbentuk perubahan perilaku positif siswa." Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, dari tidak tahu cara menanam menjadi tahu bagaimana nemanam tanaman yang baik. Dari tidak suka berkebun jadi suka berkebun dan menyenangkan, mereka mengetahui bahwa tanaman pun perlu perhatian dan kasih sayang pemiliknya. Mengetahui cara merawat tanaman. Dari tidak suka makan sayur jadi suka makan sayur. Dan juga dapat bercerita kepada teman sejawat. 
 
Kedepannya, Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan bersinergi dengan Majelis Pendidikan Dasar dan menengah Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Probolinggo berencana untuk menjadikan TK ABA  7 Mentari menjadi sekolah percontohan sekaligus rujukan bagi TK ABA yang lain dalam hal lingkungan sekolah sehat dan edukasi ketahanan pangan. 
 
Setelah pandemi covid-19 berakhir, kegiatan edukasi ketahanan pangan dapat diterapkan atau disebarluaskan kepada TK-TK yang lain sehingga menjadikan TK dan PAUD menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tercetak anak-anak yang cinta dan peduli tanaman, peduli pekarangan rumah dan lingkungan sekitar.