'Aisyiyah Perkokoh Risalah Pencerahan untuk Kepentingan Bangsa

03 April 2019 16:53 WIB | dibaca 205

 

Dihadapan 7500 warga ‘Aisyiyah dari ranting, cabang se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengajak warga ‘Aisyiyah untuk semakin giat berdakwah melalui risalah pencerahan. Hal tersebut disampaikan saat tasyakuran milad ‘Aisyiyah ke-105 H yang digelar oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY di Gelanggang Olahraga (GOR) Among Rogo pada Rabu (3/4).

Pada saat penyampaian amanat milad ‘105 tahun ‘Aisyiyah yang bertema ‘Aktualisasi Risalah Pencerahan untuk Dakwah Melintas Batas’ ini Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan rasa syukurnya karena ‘Aisyiyah sudah memasuki abad ke-dua. ‘Aisyiyah sebagai sayap perempuan Muhammadiyah yang lahir pada 27 Rajab 1335 H (19 Mei 1917) ini menurut Noordjannah sudah mendapat pengakuan dari seorang peneliti yakni James Peacock sebagai organisasi perempuan muslim yang terbesar sedunia. “Kebesaran ‘Aisyiyah itu tidak saja dilihat dari jumlah kuantitas anggotanya tetapi juga karena sebagai organisasi yang mengaktualisasikan gerakan Islam yang berkemajuan,” paparnya. “Betapa persyarikatan kita ini menjunjung, menjadikan dasar nilai-nilai bahwa amal saleh itu tidak ada sekat dan bisa dilakukan baik lelaki maupun perempuan dan diwujudkan dalam sebuah pergerakan,” ujar Noordjannah.

Oleh karena itu, Noordjannah menyampaikan bahwa kebesaran ‘Aisyiyah ini harus terus dirawat agar bisa semakin bermanfaat. “’Aisyiyah yang besar ini harus terus kita rawat dan kita tegakkan agar semakin besar dan bermanfaat tidak hanya untuk kepentingan Muhammadiyah ‘Aisyiyah semata tetapi juga kepentingan mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan umat bangsa.”

Melalui tema ‘Aktualisasi Risalah Pencerahan untuk Dakwah Melintas Batas’ ini menurut Noordjannah ‘Aisyiyah ingin semakin mengokohkan dakwah ‘Aisyiyah yang saat ini sudah melintas batas yakni lintas suku, lintas agama, lintas etnis, lintas daerah, lintas kepulauan, lintas negara. Noordjannah memaparkan bahwa dakwah melintas batas ini sudah dilakukan oleh ‘Aisyiyah Muhammadiyah di berbagai penjuru negeri hingga pada daerah terpencil yang bahkan belum tersentuh oleh pemerintah. Oleh karena itu ia ingin mengajak seluruh unsur warga persyarikatan untuk semakin memperkokoh dakwah melintas batas ini.  “Aktualisasi dakwah mencerahkan bisa semakin dikuatkan dengan setiap warga ‘Aisyiyah berta’awun, bergotong royong pada kebaikan, saling menolong, bekerjasama yang sifatnya melintas batas.” Selain itu, Noordjannah mengajak warga ‘Aisyiyah melalui risalah pencerahan ini untuk mewujudkan beragama yang mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang ada di kehidupan.

Delapan Risalah Pencerahan, disampaikan Noordjannah adalah merupakan hasil Keputusan Tanwir Muhammadiyah, oleh karena itu ia menekankan agar seluruh warga persyarikatan menjadikan keputusan Tanwir Muhammadiyah tersebut sebagai panduan dalam berdakwah serta dalam melaksanakan gerakan persyarikatan.

    

Usai menyampaikan amanat milad, Noordjannah kemudian berkesempatan untuk melakukan penandatanganan secara simbolis pada Buku 105 Puisi ‘Aisyiyah yang merupakan persembahan dari Lembaga Kebudayaan PWA DIY untuk Milad 105 tahun ‘Aisyiyah. (Suri)