'Aisyiyah Pangkep Gelar Lokakarya Umpan Balik untuk Tingkatkan Layanan Dasar

07 November 2017 17:55 WIB | dibaca 98

Peningkatan layanan dasar harus menjadi perhatian semua pihak termasuk layanan dalam bidang kesehatan. Hal tersebut menjadi perhatian ‘Aisyiyah dalam program MAMPU ‘Aisyiyah yang menginisiasi peningkatan sistem umpan balik yang ada di fasilitas kesehatan tingkat satu. Oleh karena itu pada 23-25 Oktober 2017, ‘Aisyiyah Pangkep bekerjasama dengan Kompak mengadakan Lokakarya Penyusunan Mekanisme Umpan Balik Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Pangkep.

Menurut Nhany selaku Koordinator MAMPU ‘Aisyiyah Pangkep, saat ini sistem umpan balik yang ada yaitu berupa kotak aduan masih belum melibatkan masyarakat secara aktif dan upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada masih belum mendalam. Oleh karena itu kemudian ‘Aisyiyah Pangkep bersama Kompak yang fokus pada peningkatan layanan dasar menggelar lokakarya ini. Disampaikan oleh Nhany ada beberapa tujuan dari diadakannya lokakarya ini “salah satu tujuan lokakarya ini adalah mencari metode umpan balik yang efektif dan efisien bagi puskesmas yang ada di Pangkep serta agar seluruh puskesmas mau melibatkan masyarakat untuk membenahi pelayanan kesehatan melalui beberapa alat yang disepakati bersama untuk dijalankan di puskesmas.”

Lokakarya ini diikuti oleh 9 Puskesmas dimana dua puskesmas yakni Puskesmas Minasate’ne dan Puskesmas Bowong Cindea merupakan pilot project dampingan ‘Aisyiyah Pangkep. Dua puskesmas yakni Puskesmas Segeri dan Puskesmas Sabutung merupakan dampingan Kompak. Kemudian lima puskesmas, yakni Puskesmas Bonto Perak, Puskesmas Pangkajene, Puskesmas Banti Mala Pegunungan, Puskesmas Balocci dan Puskesmas Pundata Baji merupakan puskesmas pembelajar yang menyusun mekanisme umpan balik bersama puskesmas pilot project lainnya.

Ditambahkan oleh Nhany kedepannya lokakarya ini diharapkan bisa mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas yang menjadi pilot project dari lokakarya ini dan apabila program ini berhasil nantinya bisa menjadi salah satu kebijakan bagi dinkes untuk menduplikasi ke seluruh puskesmas. (Suri)