'Aisyiyah Pangkep, Dekatkan Layanan dan Perluas Jangkauan Tes IVA

23 Maret 2017 09:59 WIB | dibaca 1632

 

Kanker Serviks masih menjadi penyebab kematian terbesar bagi para perempuan akan tetapi sayangnya kesadaran akan penyakit tersebut bahkan pengetahuan akan penyakit tersebut masih rendah. Karena itu 'Aisyiyah menjadikan kesehatan reproduksi salah satunya kanker serviks dan tes iva juga pap smear sebagai salah satu isu yang terus di sosialisasikan di kelompok perempuan dampingan 'Aisyiyah yakni Bina Sakinah 'Aisyiyah.

Seperti yang dilakukan 'Aisyiyah Pangkep yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan khususnya puskesmas yang ada di daerah program agar bisa lebih mendekatkan layanan dan memperluas jangkauan tes IVA. Pendekatan layanan dilakukan dengan cara bidan puskesmas yang terlatih membuka konsultasi kesehatan reproduksi juga membuka pelayanan tes IVA di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang lebih dekat dengan tempat tinggal warga.

   

Disampaikan oleh Nhany Rahman selaku Koordinator Program MAMPU 'Aisyiyah Pangkep bahwa pendekatan layanan tersebut sudah berlangsung di beberapa desa salah satunya pada Selasa (21/3) yang untuk pertama kalinya berlangsung pelayanan tes IVA di Poskesdes Binangatoa yang dilakukan oleh bidan dari Puskesmas Pundata Baji. "Pelayanan IVA dan konsultasi kespro di Poskesdes merupakan hasil advokasi yang dilakukan 'Aisyiyah kepada puskesmas, kami mendorong puskesmas untuk memberikan pelayanan lebih dekat untuk menjangkau perempuan usia subur," ujar Nhany.

Menurut Nhany pendekatan layanan tersebut bisa terlaksana karena dari pihak puskesmas sendiri terutama kepala puskesmas Pundata Banji yakni Bapak H.Umar sangat bersemangat untuk melakukan penyuluhan tentang kanker serviks dan tes IVA di komunitas Bina Sakinah 'Aisyiyah (BSA) Mattoanging. "Pada saat penyuluhan, bidan sudah mengajak para ibu untuk tes IVA di puskesmas akan tetapi kemudian hanya dua orang yang bisa datang karena jarak puskesmas yang agak jauh dari rumah mereka, dari situlah muncul inisiatif untuk membuka layanan di Poskesdes," ungkap Nhany. Kemudian lanjut Nhany, inisiatif itu bisa benar terlaksana bahkan akan dijadwalkan secara rutin pelayanan kespro dan tes IVA dilakukan setiap hari Selasa di Poskesdes Binangatoa. "Alhamdulillah saat hari pertama layanan kespro di Poskesdes sudah datang 10 perempuan yang ingin di tes IVA," tambah Nhany dengan bersemangat.

Pendekatan layanan ini menurut Nhany akan terus dikembangkan dan akan dibicarakan lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan serta Puskesmas yang ada di Pangkep. "Kami berencana untuk membuat perjanjian serentak untuk puskesmas dan masing-masing PCA yang masuk wilayah sasaran program dan termasuk mendekatkan layanan hingga ke Poskesdes," ungkap Nhany. Nhany menambahkan "Yang jelas saat ini Poskesdes yang melayani IVA itu sudah ada sebelumnya Poskesdes Japing-Japing dan Poskesdes Jollo desa Bulu Cindea, yang terbaru adalah Poskesdes Binangatoa."

Nhany sangat bersyukur karena kerjasama 'Aisyiyah dengan Puskesmas dan Poskesdes sangat baik, para bidan Puskesmas bersedia memberikan pelayanan bagi warga yang membutuhkan termasuk untuk pelayanan kespro. "Bahkan ada wilayah pesisir harus menempuh perjalanan 5 km lewat pematang sawah untuk sampai ke lokasi dan melakukan pemeriksaan di rumah warga pun mereka layani."

Nhany menyampaikan harapannya dengan adanya pendekatan layanan ini akan memberikan dampak positif bagi kesehatan reproduksi perempuan Pangkep. "Harapan dari kami dengan adanya pendekatan layanan ini akan semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya tes IVA untuk mencegah kanker serviks pada perempuan." (Suri)