'Aisyiyah Mamuju Lakukan Jemput Bola untuk Sosialisasi IVA

15 Maret 2017 15:59 WIB | dibaca 1109

 

Banyak jalan menuju ke Roma, agaknya pepatah itu dipegang oleh tim Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) 'Aisyiyah Mamuju dalam hal sosialisasi kesehatan reproduksi kepada ibu-ibu dan perempuan usia subur yang ada di Desa Pati'di. Hal tersebut dikarenakan kader Bina Sakinah 'Aisyiyah Desa Pati'di bersama dengan kepala Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) melakukan sosialisasi kespro di PAUD yang ada di desa.

Disampaikan oleh Immawati Rhena J. Tapion selaku koordinator tim bahwa kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di PAUD tersebut dilaksanakan sebagai usaha jemput bola. "Ini kami lakukan berdasarkan ide dari para kader BSA yang merasa kesulitan meminta waktu ibu-ibu untuk hadir di pertemuan, maka kami yang mendatangi ibu-ibu yang kebanyakan mengantarkan anak ke PAUD dan Alhamdulillah cara ini berhasil". Menurut Rhena BSA Desa Pati'di memang termasuk BSA baru dan baru sebagian ibu-ibu yang bergabung dalam BSA, dan pada saat sosialisasi ibu-ibu sangat antusias mendengarkan penjelasan ibu bidan Rafiani,AMD.Keb. "Pada saat bu bidan menyampaikan materi, ibu-ibu bahkan sudah bertanya mengenai prosedur tes IVA dan kebetulan salah satu dari wali murid sudah ada yang pernah melaksanakan tes IVA tersebut."

 

Dari kegiatan sosialisasi jemput bola ini Rhena menyampaikan harapannya agar terjadi peningkatan pemahaman tentang kespro dikalangan perempuan usia subur di Desa Pati'di. Ia juga menginginkan agar kegiatan ini juga bisa menjadi media dakwah 'Aisyiyah-Muhammadiyah sehingga bisa semakin dikenal diakar rumput. Bidan Rafiani yang juga bersemangat saat memberikan informasi kespro menyampaikan harapannya dengan adanya pertemuan ini akan meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang pentingnya memeriksakan diri terkait masalah reproduksi dan agar ibu-ibu jangan malu untuk melakukan pemeriksaan. "Semoga pertemuan ini tidak terputus sampai disini saja karena dengan adanya progam MAMPU 'Aisyiyah ini juga mendorong upaya memampukan ibu-ibu agar paham tentang reproduksi melalui hak-hak perempuan," tambah bidan Rafiani. (Suri)