‘Aisyiyah Konsisten Perhatikan Korban Bencana Lombok

22 Oktober 2019 09:32 WIB | dibaca 244

NTB -- Pada Sabtu (19/10) Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWA DIY), Hj. Zulaikha bersama rombongan mengunjungi Nusa Tenggara Barat (NTB)dalam rangka meninjau sekaligus meresmikan program bantuan untuk korban bencana Lombok. Kegiatan ini merupakan bentuk kelanjutan dari program bantuan bencana Lombok yang sudah disalurkan pada tahun lalu. Desa Pohgading dan Desa Sembalun menjadi titik fokus penanggulangan bencana oleh PWADIY.

Menjadi kegiatan rutin, Aisyiyah kembali bersinergi bersama Muhammadiyah dan LazizMu melalui Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) dalam penanggulangan bencana Lombok. “Sekitar 1,8 M keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah berhasil mengumpulkan dana yang siap disalurkan untuk kebutuhan korban bencana Lombok. Bantuan ini disalurkan dalam bentuk pembangunan 120  Huntara  (Hunian sementara) yang sekarang sudah menjadi Huntap (Hunian Tetap), tiga TK ‘Aisyiyah, empat Musholla dan juga Sanitasi saluran air bersih,” ungkap Zulaikha.

Ia menambahkan, pemberian bantuan juga berupa tenaga bantu dari relawan muda Muhammadiyah. “Bantuan yang kami kirimkan tidak hanya berbentuk materi tapi juga dengan mengirimkan relawan muda Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam bentuk KKN Alternatif,” ujarnya.

‘Aisyiyah terus memasifkan fungsi lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB), seperti membuka rekening untuk teman-teman menyisihkan sebagian dananya sehingga secara terus menerus ‘Aisyiyah punya cadangan dana. Selain itu, lewat sosialisasi pengajian yang sudah terbentuk terus dilakukan penyadaran peduli lingkungan seperti pelatihan dapur umum yang sehat. Respons masyarakat cukup bagus di sana. Terlihat dari terciptanya 8 lokal dengan 147 murid, dan sudah ada kelompok pengajian Muhammadiyah di sana. Terpantau proses belajar mengajar berjalan dengan lancar.

Zulaikha meyampaikan harapan dalam kunjungannya. Pertama,proses ini tetap terus berjalan. Kedua, dari TK itu terus berkembang, adanya pengajian dan kegiatan lainnya. Ketiga, mempertimbangkan kuantitas yang ada harusnya sudah bisa berdiri ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah disana.

Konsep tolong menolong yang sudah dibangun sejak lama oleh keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini tentu menjadi contoh untuk kita semua dalam tanggap bencana dan pedulu lingkungan. Zulaikha juga menyampaikanbahwa bantuan untuk sesama tidak harus lewat material tapi juga bisa lewat ilmu dan tenaga dalam program kepedulian ini. Korban bencana itu termasuk Yatim yang terus harus kita bantu. (Hersha/AAM)