'Aisyiyah Kembangkan Media Informasi Layanan Kespro Melalui FGD

19 Desember 2019 15:10 WIB | dibaca 301

 

Informasi resiko keguguran dan layanan Asuhan Paska Keguguran (APK) yang berpusat pada perempuan menjadi penting diketahui oleh masyarakat untuk dapat menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui hal tersebut.

Menyediakan informasi yang tepat guna dan tepat sasaran menjadi salah satu faktor penunjang keberhasilan proses edukasi kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu 'Aisyiyah bersama Yayasan IPAS Indonesia menyelenggarakan FGD bersama kelompok masyarakat pada Rabu (18/12). “FGD ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jenis media, serta pesan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Dede Dwi Kurniasih selaku tim IPAS ‘Aisyiyah Pusat.

Saat ini Yayasan IPAS Indonesia melalui mitranya termasuk ‘Aisyiyah dalam proyek PEKERTi telah mengembangkan model layanan Asuhan Pasca Keguguran (APK) yang Berpusat pada Perempuan di 3 wilayah, yakni Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Klaten dan Kota Yogyakarta yang diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian Ibu khususnya di wilayah intervensi. Terdapat 13 fasilitas kesehatan di tiga wilayah tersebut yakni Puskesmas (FKTP), rumah sakit pemerintah kabupaten/ Kota dan rumah sakit ‘Aisyiyah yang menjadi lokasi pengembangan model layanan APK yang Berpusat Pada Perempuan.

Edukasi dan pemberian informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait resiko keguguran dan layanan Asuhan Pasca Keguguran yang berpusat pada perempuan juga menjadi kegiatan yang dilakukan dalam PEKERTi. “Selain kegiatan promosi berbasis masyarakat, fasilitas kesehatan juga menjadi lokasi yang paling potensial bagi masyarakat yang sedang mengakses layanan untuk mendapatkan informasi melalui media-media promosi yang di tempatkan di fasilitas kesehatan,” ungkap Dede.  Ia melanjutkan bahwa IPAS bersama ‘Aisyiyah berharap melalui FGD ini akan menemukan media edukasi yang efektif bagi target sasaran edukasi.

Bertempat di Aula TK ABA Wirobrajan I, FGD ini melibatkan kelompok perempuan dan juga kelompok lelaki yang terbagi menjadi dua sesi. “Kelompok lelaki juga menjadi sasaran dari kegiatan ini karena kami berharap edukasi yang dilakukan oleh IPAS ‘Aisyiyah juga dapat menyasar kepada kelompok lelaki sebagai orang terdekat perempuan jika mengalami peristiwa keguguran,” ungkap Nanik Supriyani selaku kader IPAS ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta. Menurut Nani lelaki juga mempunyai peran yang dapat mendukung bagi terpenuhinya hak kesehatan reproduksi bagi perempuan. “Melalui FGD ini juga diketahui bahwa ada perbedaan minat pada bentuk dan media edukasi yang dapat menarik perhatian lelaki dan perempuan,” ujar Nani. Nantinya informasi yang berhasil didapatkan dalam FGD ini akan menjadi panduan bagi ‘Aisyiyah dalam mengembangkan media edukasi yang efektif yang akan ditempatkan di fasilitas-fasilitas kesehatan milik ‘Aisyiyah. (Suri)