‘Aisyiyah Kedepankan Dakwah Nirkekerasan

31 Juli 2015 18:15 WIB | dibaca 759

Panitia Muktamar dan Pimpinan ‘Aisyiyah dalam Konferensi Pers di Makassar Jum’at, 31 Juli 2015 (Dok. ‘Aisyiyah)

 

Makassar- Muktamar yang akan digelar dalam tiga hari mendatang sudah disiapkan pokok pikiran ‘Aisyiyah abad kedua. Pokok pikiran tersebut adalah melakukan pencerahan dalam pemikiran dan pencerahan dalam amal. Dalam pemikiran akan dikembangkan berbagai kajian melalui majelis tarjih dan tajdid yang mengawal perspektif agama.

Hal tersebut disampaikan oleh Siti Aisyah selaku Pimpinan Pusat dalam konferensi pers pada Jum’at (31/07) di Condotel. Pengawalan dari perspektif agama dilakukan dengan mengembangkan tafsir. Salah satunya dalam isu kekerasan pada perempuan dan anak yang menjadi bagian fokus ‘Aisyiyah dalam Muktamar Satu Abad. Siti Aisyah menyebutkan bahwa banyak kasus kekerasan terjadi karena adanya tafsir yang mendukung. Tafsir tersebut seakan menjadi legitimasi dari agama untuk melakukan kekerasan pada perempuan dan anak.

” Misalnya untuk kasus kekerasan kita (Muhammmadiyah-‘Aisyiyah) mengembangkan tafsir nirkekerasan. Misal seperti mendapat legitimasi dari agama itu bukan kekerasan tapi untuk edukasi. Nabi sendiri tidak pernah melakukan (kekerasan).” Kata Siti Aisyah

Menurutnya, Pendekatan paling prinsipil adalah Rahmatan lil alamin. Visi ini menjadi prinsip substantif dalam gerakan ‘Aisyiyah. Siti Aisyah menambahkan bahwa ‘Aisyiyah sudah memiliki satu buku berjudul Memecah Kebisuan. Buku ini merupakan upaya  mendengar suara korban kekerasan yang juga didukung data korban kekerasan. Pendekatan nirkekerasan digunakan untuk memahami agama. (DDA)