'Aisyiyah Kawal Lahirnya Perdes Kespro di Ciwalen, Cianjur

31 Juli 2017 22:35 WIB | dibaca 738

Meningkatkan kesehatan reproduksi harus dari berbagai pihak, baik dari perempuan itu sendiri, keluarga, lingkungan hingga pemerintah. Hal tersebut yang terus diupayakan oleh ‘Aisyiyah dalam program MAMPU ‘Aisyiyah. Melalui kelompok Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) kader ‘Aisyiyah melakukan sosialisasi kepada para perempuan dari kelompok Dhuafa Mustadh’afin, para suami, keluarga dan lingkungan sekitar.

Kader ‘Aisyiyah juga melakukan advokasi kepada aparat pemerintahan agar kebijakan terkait kespro bisa terealisasi. Pada Rabu (26/7) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Cianjur melalui program MAMPU berhasil mengawal Rancangan Peraturan Desa (Raperdes) yang mengatur tentang pengelolaan kesehatan reproduksi di desa Ciwalen, Cianjur sehingga disahkan menjadi Peraturan Desa (Perdes).



Disampaikan oleh Titin Suastini dari PDA Kabupaten Cianjur bahwa acara pengesahan raperdes menjadi perdes tersebut dihadiri oleh aparat desa Ciwalen, sekretaris kecamatan Warung Kondang, BPD, bidan desa, perwakilan puskesmas dan dinas kesehatan. Sekretaris desa Ciwalen pada saat acara menyampaikan bahwa perdes tersebut akan mengatur mengenai sosialisasi, pencegahan, penanganan serta penggiatan gerakan deteksi dini untuk penyakit kesehatan reproduksi.

Menurut Titin nantinya dalam pelaksanaan perdes tersebut pihak pemerintahan desa Ciwalen akan bersinergi dengan ‘Aisyiyah. “Nantinya program kespro yang sudah dijalankan oleh ‘Aisyiyah selama ini akan dimasukkan dalam RKPD pemerintahan dan ‘Aisyiyah akan membantu sebagai narasumber,” ujar Titin. Diakui oleh Titin perdes ini bisa terealisasi karena kerja para kader ‘Aisyiyah yang giat melakukan sosialisasi di komunitas BSA juga melakukan advokasi kepada aparat pemerintah mengenai pentingya kesehatan reproduksi untuk diketahui dan untuk dimasukan dalam peraturan desa.

Dengan keluarnya perdes ini Titin berharap merupakan awal mula untuk menjadikan seluruh desa di Kabupaten Cianjur menjadi desa peduli kespro. “Harapan saya desa Ciwalen ini bisa menjadi model untuk desa lain, terutama untuk desa-desa lain yang merupakan dampingan ‘Aisyiyah dan hal ini akan kami komunikasikan dengan pihak kecamatan,” jelas Titin. (Suri)