'Aisyiyah Jakarta Adakan Perayaan 100 Tahun Milad ‘Aisyiyah dan Silaturrahim Idul Fitri 1438 H

09 Agustus 2017 19:51 WIB | dibaca 885

"‘Aisyiyah telah 100 tahun berlalu, sebagai motor penggerak, dalam memproduk perubahan dan proses perjalanannya, menjadikan bangsa Indonesia yang berkarakter” hal tersebut diungkapkan oleh Anies Baswedan Gubernur DKI terpilih periode 2017 – 2022 pada pidato  sambutan acara 100 Tahun Milad ‘Aisyiyah dan Silaturrahim Idul Fitri 1438 H, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DKI Jakarta.Di ruangan Aula Buya Hamka, Masjid Al-Azhar Kebayoran lama Jakarta Selatan,pada hari Senin (7/8), yang diikuti oleh seluruh undangan dan kemitraan serta  Pimpinan Majelis tingkat wilayah DKI  dan pusat yang berada di Jakarta.

Anies meminta perjalanan 100 tahun di belakang dan 100 tahun kedepan, ‘Aisyiyah bisa berbagi pengalaman, dalam tulisan buku sejarah, yang berisi perjuangan ‘Aisyiyah / Muhammadiyah, dengan segala keberhasilannya, dan berbagai kegagalannya, dalam perjalanan organisasi, dengan mengambil pelajaran dari semua proses perjalanan itu yang bisa menginspirasi perjuangan kita berbangsa dan bernegara.

Sementara itu dimasa kepemimpinan DKI Priode 2017-2022 ini, Atas nama Pribadi dan Pemprov DKI, berharap ‘Aisyiyah bisa bermitra dan berkolaborasi dengan Pemprov DKI, dan dengan bermitra seperti itu, Pemerintah justru berterimakasih dengan berkerjasama dalam setiap programnya ke depan, harapan Anies, bukan untuk dibeli atau dijual tapi untuk bermitra dan berkerjasama membangun negeri ini dengan karakter ;Aisyiyah / Muhammadiyah yang selalu menjadi  penyeimbang dan berkarakter yang dihormati.

 

Sementara itu, dalam pembukaan ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Masyithoh Chusnan memberikan semangat kepada para anggota dan pimpinan untuk pelihara semangat dalam menjalankan tugas dan amanah, dan tetap konsisten bermuammalah dalam organisasi, untuk Ummat. Pengurus dan Pimpinan Aisyiyah.

“Peran ‘Aisyiyah adalah dalam penyeimbang dan mengadakan perubahan-perubahan dalam pencerahan ummat yang berkemajuan, dan dalam perjuangan dan semangat ber- “Aisyiyah, kita sebagai Pimpinan dan bagian dari pembuat sejarah perjalanan dan perjuangan proses bernegara, ‘Aisyiyah agar selalu melihat perkembangan  Ummat saat ini, maka kita semua sudah bertekad dalam komitmen menyumbangakan  tenaga dan fikiran kita, dalam perjuangan ‘Aisyiyah untuk Ummat dalam memajukan martabat Bangsa, semangat tersebut tidak boleh turun dan harus terus di pelihara terutama dalam kondisi bangsa Indonesia saat ini,”ungkap Masyithoh.

Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir Pengurus PP Muhammadiyah yang juga Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir. Ia mengatakan bahwa ‘Aisyiyah merupakan suatu organisasi yang telah berhasil melewati segala masalah naik dan turun dan akan tetap eksis sebagai organisasi masa depan.

“Saya yakin, ‘Aisyiyah dalam perjalannya mengalami masa kritis dan kesulitan-kesulitan dalam dinamika kehidupan organisasi dan kebangsaan, dan hingga saat kita tetap berdiri di tengah-tengah ummat dengan tidak memihak pada salah satu pihak, kita tetap terhormat, sesuai dengan karakteristik Muhammadiyah – ‘Aisyiyah, yang berkerja tanpa harus mendapat pujian, namun Muhammadiyah/ ‘Aisyiyah berkerja untk bangsa dengan langkah-langkah yang selalau memohon akan perlindungan dan pertolongan Allah SWT, kita Harus punya tekad,“ tegas Bachtiar.

Pada kesempatan tersebut juga turut tampil tarian saman khas Provinsi Aceh  dari SMK 'Aisyiyah Jakarta dengan tema Perjuangan Islam, di akhir acara PWA Jakarta menyerahkan bantuan melalui lembaga penyaluran dana untuk diberikan kepada Masjid Al Aqso di Palestina. (Suhendra/Karima)