'Aisyiyah Jadikan Kesetaraan Gender Sebagai Isu Utama RAD SDGs DIY

19 Juli 2018 13:44 WIB | dibaca 326


 

Dengan berakhirnya pelaksanaan Millennium Development Goals (MDGs) pada Desember 2015 negara-negara di dunia kini berfokus untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals/SDGS yang memuat 17 tujuan dan terbagi ke dalam 169 target untuk menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Dikutip dari Buku Potret Awal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di Indonesia metode dan cara pelaksanaanya SDGs berbeda dengan MDGs. SDGs dicapai dengan melibatkan berbagai pihak yakni pemerintah, CSO, akademisi, kalangan bisnis dan filantropi.

'Aisyiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat pun turut berpartisipasi membantu pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan SDGs. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terlibat dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs DIY.

Disampaikan oleh Sri Handayani selaku Ketua Divisi Pengkajian dan Penelitian LPPA (Lembaga Penelitian dan Pengembangan 'Aisyiyah) PWA DIY bahwa 'Aisyiyah diundang oleh BAPPEDA DIY untuk menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) lima tahunan yang melibatkan sejumlah ormas, filantropi, pelaku usaha, akademisi dan pihak terkait lainnya. Pada forum tersebut Sri Handayani sendiri juga dipercaya untuk menjadi koordinator Pilar I bidang sosial penyusunan RAD SDGs DIY.

Handayani menyampaikan bahwa melalui prinsip 'No One Left Behind', SDGs meningkatkan kesadaran untuk merangkul semua elemen warga negara secara inklusif dan 'Aisyiyah percaya bahwa kesetaraan gender merupakan kunci untuk mengakhiri kemiskinan. "Perempuan mempunyai kesempatan yang sama seperti laki-laki untuk memperoleh akses pendidikan, gizi dan kesehatan, dan yang lainnya," ujar Handayani. Ia melanjutkan bahwa juga diperlukan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, dan partai politik untuk bersama meningkatkan keterwakilan perempuan, dan partisipasi perempuan secara langsung dalam proses politik dan kebijakan yang akan mendorong kesejahteraan kelompok perempuan dengan mewakili, mengawal dan mempengaruhi kebijakan yang lebih adil dan responsif gender. "Keterwakilan perempuan di parlemen sangat penting dalam pengambilan keputusan publik, karena akan berimplikasi pada kualitas legislasi yang dihasilkan lembaga negara dan publik. "Karena itu 'Aisyiyah berupaya untuk menjadikan isu kesetaraan gender sebagai isu utama," tegasnya.


Terlibat dalam tim penyusunan RAD SDGs DIY juga mendorong Handayani untuk mengangkat program-program kerja 'Asiyiyah untuk bisa terintegrasi menjadi pilihan untuk kegiatan RAD SDGs DIY. "Banyak program kerja 'Aisyiyah yang sesuai dengan tujuan SDGS terutama di nomor satu tanpa kemiskinan, nomor dua tanpa kelaparan, nomor tiga kehidupan sehat dan sejahtera, nomor empat pendidikan berkualitas, serta nomor lima kesetaraan gender," ujar Handayani.

Program 'Aisyiyah yang bisa bersinergi mendukung pencapaian tujuan SDGs tersebut menurut Handayani antara lain program seperti GACA, Keluarga Sakinah, panti lansia, promosi dan prevensi Stunting; konseling pra perkawinan, penguatan pemeriksaan kehamilan yang adekuat, persalinan yang aman, deteksi dini kanker serviks dan payudara, IMD, ASI Eklusif, Imunisasi dasar, Posyandu, kantin sehat PMT, KB. 'Aisyiyah juga bergerak di bidang promosi dan prevensi untuk penyakit demam berdarah/DHF, HIV-AIDS, cacing. Ditambah lagi 'Aisyiyah menggiatkan pengadaan air bersih, lingkungan yang nyaman dan sehat juga bergerak di bidang ekonomi kerakyatan, pengembangan dan peningkatan produk serta pemberdayaan difabel.

Handayani berharap keterlibatan 'Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muslim yang berkemajuan ini bisa membantu pemerintah DIY mencapai tujuan-tujuan SDGs dan membawa masyarakat termasuk perempuan ke kehidupan yang lebih baik. (Suri)