‘Aisyiyah Gelar Talkshow Dalam Rangka Tasyakuran Milad Aisyiyah yang ke 102

19 Agustus 2016 23:57 WIB | dibaca 2357

Pada Ahad (14/8) Pimpinan Wilayah Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar talkshow Gerakan Perlindungan Anak dan Penguatan Keluarga Islami Menuju Generasi Bangsa yang Berkemajuan di Sportorium UMY. Talkshow tersebut merupakan rangkaian agenda Silaturahmi dan Tasyakuran Milad Aisyiyah yang ke 102.

Dalam acara yang juga turut mengundang Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Ketua PP Aisyiyah Siti Noorjannah Djohantini, Ketua PWA DIY Zulaikha, Anggota DPR RI Hanafi Rais dan Desi Ratnasari, serta para tamu undangan lainnya, diluncurkan juga sebuah gerakan cinta anak yang disebut Gerakan Aisyiyah Cinta Anak (GACA). Gerakan Aisyiyah Cinta Anak (GACA) merupakan sebuah gerakan massif dalam upaya membentuk generasi penerus yang kokoh, unggul dan berkemajuan ), yang telah dicanangkan dalam rapat kerja nasional Aisyiyah di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

GACA terwujud sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjawab tantangan keumatan, kemanusiaan dan kebangsaan. Utamanya karena kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih saja marak terjadi. Atas beragam permasalahan tersebut, Aisyiyah yang sudah memasuki abad kedua menawarkan solusi bahwa institusi keluarga merupakan wadah utama yang harus mampu mempersiapkan generasi yang berkemajuan dan nir kekerasan. Keluarga sebagai unit terkecil yang nantinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menanamkan ketaqwaan, mengajak pada nilai-nilai keutamaan seperti akhlak mulia, kemandirian, etos kerja, produktif, menghargai usaha, tolong menolong dan lain sebagainya.

Sebagai salah satu pembicara, Desy Ratnasari menyampaikan bahwa ia ingin menghadirkan anak-anak yang cerdas dalam menghadapi hidup. Karena ilmu kehidupan, etika, prinsip, itu didapat dari keluarga, dan tidak diajarkan di sekolah. Kemampuan sikap anak dapat terbentuk saat ada keluarga. Tugas ayah dan ibu merupakan benteng utama ketahanan mental anak.

  

Sebagai anggota DPR-RI di komisi 8 yang mengurus agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan, Desy menambahkan bahwa “Regulasi tidak bisa masuk ke ranah pribadi keluarga, namun ada bagian yang bisa dimasuki, seperti masalah pengasuhan, anak yang mengalami kekerasan, perceraian, dan kesehatan. Lalu menjadi garda depan untuk melindungi anak dalam perfilman.”

Karena itu garda terdepan perlindungan anak dimulai dari keluarga dan kemudian lingkungan. Di sinilah GACA dapat berperan untuk dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam penanganan kejahatan dan kekerasan terhadap anak. Hal tersebut juga tercantum dalam ikrar relawan GACA yang pada saat acara dipimpin langsung oleh ketua PWA DIY Zulaikha

Saya relawan GACA sanggup mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tanda-tanda yang mengancam keselamatan anak,

Saya relawan GACA sanggup bekerjasama dengan tempat-tempat pusat kegiatan anak dan Amal Usaha Aisyiyah untuk mengawal sarana prasarana yang aman bagi anak,

Saya relawan GACA sanggup bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendampingi anak dan korban tindak kekerasan,

Saya relawan GACA bekerja di jalan Allah dan mencari ridha Allah.

 

Sumber: http://www.suaramuhammadiyah.id, http://www.muhammadiyah.or.id/