'Aisyiyah Gelar Semiloka dan Diskusi Perkuat Peran 'Aisyiyah dalam Pencapaian SDGS

18 September 2017 23:07 WIB | dibaca 187

Mendukung pencapaian SDG’s di Indonesia, ‘Aisyiyah menggelar semiloka SDGS’s pada Senin (18/9) di Ruang Pertemuan Lt.2, Gedung Pimpinan Pust ‘Aisyiyah. Kegiatan dengan tema Semiloka Sustainable Development Goal’s (SDG’s) Memperkuat Peran ‘Aisyiyah dalam Pencapaian SDG’s ini turut mengundang INFID (International NGO Forum on Indonesian Development) sebagai narasumber dan IRE sebagai fasilitator diskusi.

SDG’s atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan telah disepakati pada September 2015. SDG’s merupakan agenda pembangunan global yang disepakati oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) termasuk oleh Indonesia. Berisi 17 tujuan dan 169 target, SDGs mulai berlaku sejak Januari 2016 dan akan berakhir di 2030 guna menghapus kemiskinan, mengurangi ketimpangan dan melindungi lingkungan. SDG’s juga dilaksanakan dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) serta untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Disampaikan oleh Tri Hastuti Nur Rochimah selaku Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bahwa ‘Aisyiyah dan INFID mempunyai mimpi yang sama terkait SDG’s sejak sebelum Peraturan Presiden tentang SDG’s disahkan. “’Aisyiyah  sudah bergeliat terlebih dahulu terkait SDGs karena goal-goal SDGs sudah sesuai dengan keputusan tanfidz Muktamar ‘Aisyiyah ke-42 tahun 2015,” ujar Tri. Kegiatan semiloka ini pun bertujuan agar semakin menguatkan peran ‘Aisyiyah dalam pencapaian SDG’s. ‘Aisyiyah akan mengimplementasikan goal nomor satu, dua, tiga dan lima dari SDG’s untuk nantinya bisa diimplementasikan lebih lanjut di daerah. “Nantinya akan ada lima sampai sepuluh daerah yang akan kita jadikan pilot project untuk empat goals tersebut,” ujar Tri.

Hamong Santono selaku Senior Program Officer SDG’S dari INFID menyampaikan bahwa INFID menilai ‘Aisyiyah sebagai mitra kerja yang keren untuk bergandeng tangan dalam pelaksanaan dan pencapaian SDG’S. “’Aisyiyah memiliki jangkauan yang sangat luas sampai kabupaten dan desa, jenis ragam kegiatan yang dilakukan teman-teman ‘Aisyiyah selama ini pun sudah terkait dengan goal SDG’s,” ujar Hamong menyampaikan alasannya. Infid menilai ‘Aisyiyah memiliki modal data, inovasi serta strategi yang krusial untuk dipergunakan dalam pelaksanaan dan pencapaian SDG’s. Hamong menyampaikan harapannya agar pertemuan kali ini benar-benar bisa bermanfaat dan dapat merumuskan peran-peran apa yang bisa dilakukan ‘Aisyiyah baik di tingkat nasional, kabupaten dan desa.

Pada pembukaan acara, Siti Noordjannah Djohantini selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sudah berperan dalam gerakan kemerdekaan bangsa Indonesia, sudah tentu ‘Aisyiyah juga harus berpartisipasi dalam pembangunan bangsa yang salah satunya mengambil peran dalam pencapaian SDG’s. “’Aisyiyah harus berikhtiar, berupaya menguatkan bagsa dan umat ke arah yang lebih baik sesuai nilai-nilai pergerakan kita dan sesuai isu-isu global,” ujar Noordjannah. Ditambahkan oleh Noordjannah bahwa sejatinya pergerakan ‘Aisyiyah bersama para kader sudah sesuai dengan tujuan SDG’s dan ini tentu harus ditingkatkan serta dikuatkan sehingga bisa membawa kebaikan lebih luas untuk umat.

Kegiatan semiloka SDGs ini diikuti oleh ketua-ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah serta 27 peserta semiloka yang berasal dari lima Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah dan tujuh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah. Kegiatan ini juga akan berlanjut pada Selasa (19/9) dengan melaksanakan diskusi pleno “Peluang dan Tantangan Pelaksanaan SDGs” yang akan diikuti 51 orang peserta. (Suri)