'Aisyiyah Gelar Semiloka Asuhan Paliatif untuk Kader dan Tenaga Kesehatan

09 Oktober 2018 11:26 WIB | dibaca 36

 

“PR terbesar kita terkait dengan SDGS adalah penyakit-penyakit yang identik dengan perempuan seperti kanker serviks dan kanker payudara termasuk penyebab lain yang menjadi faktor penyumbang tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia,” hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Program MAMPU Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah dalam pembukaan Semiloka Asuhan Paliatif Terpadu yang diadakan di Yogyakarta (6-8/10). Tri melanjutkan bahwa masih minimnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker menjadi salah satu penyebab banyaknya perempuan Indonesia yang terdeteksi kanker serviks dan payudara sudah pada stadium lanjut, oleh karena itu menurutnya tindakan asuhan paliatif perlu untuk dikembangkan.

Asuhan paliatif sendiri merupakan pendekatan yang bersifat holistik untuk memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa, melalui pencegahan dan peniadaan melalui identifikasi dini dan penilaian yang tertib serta penanganan nyeri dan masalah-masalah lain, fisik, psikososial dan spiritual.

Disampaikan oleh Tri bahwa pada stadium lanjut, pasien dengan penyakit kronis tidak hanya mengalami berbagai masalah fisik tetapi juga mengalami gangguan psikososial dan spiritual yang mempengaruhi kualitas hidup pasien dan keluarganya. “Kebutuhan pasien pada stadium lanjut suatu penyakit tidak hanya pemenuhan atau pengobatan gejala fisik, namun juga pentingnya dukungan terhadap kebutuhan psikologis, sosial dan spiritual yang dilakukan dengan pendekatan interdisiplin yang dikenal sebagai perawatan paliatif.” ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang salah satu fokus dakwahnya adalah di bidang kesehatan menilai perlunya untuk dilakukan pengembangan asuhan paliatif ini “‘Aisyiyah berkomitmen mendukung kerja paliatif dalam konteks paripurna penanggulangan life limiting illness,” papar Tri.

Nurhanita sebagai fasilitator pada semiloka ini menyampaikan bahwa apa yang dilakukan di asuhan paliatif ini adalah secara menyeluruh. “Kita bukan hanya memperhatikan kebutuhan pasien serta meningkatkan kualitas hidup pasien yang sakit namun juga yang berdampak di sekitar pasien seperti keluarga juga anak-anak.”

Pada acara yang diikuti oleh 30 orang peserta ini ‘Aisyiyah mengarahkan upaya pada pengembangan kapasitas Tim ‘Aisyiyah serta ragam pemangku kepentingan di wilayah sasaran sehingga mampu menyelenggarakan asuhan paliatif. Dalam semiloka yang berlangsung selama tiga hari ini pengelola MAMPU ‘Aisyiyah Pusat dan Daerah, kader ‘Aisyiyah di wilayah sasaran, tenaga kesehatan Puskesmas dan klinik di wilayah program, serta akademik jejaring ‘Aisyiyah-Muhammadiyah diberikan pengetahuan serta pembekalan tentang asuhan paliatif dari berbagai narasumber seperti praktisi paliatif, Dinas Sosial, BPJS, Keperawatan, serta pendamping kerohanian pasien. (Suri)