'Aisyiyah dengan Program SITI : Memberdayakan Perempuan, Merubah Pembiaran menjadi Harapan

24 Mei 2017 22:01 WIB | dibaca 955

 

Didasari atas program Nawacita dalam program pemerintahan Jokowi-JK yang dalam salah satu poinnya mengandung komitmen kepemilikan lahan bagi petani dan buruh tani serta pelibatan aktif perempuan petani/pekerja sebagai tulang punggung kedaulatan pangan dan juga kepedulian ‘Aisyiyah atas perempuan petani yang masih perlu ditingkatkan kesejahteraannya maka Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menginisiasi Program SITI (Sadarkan Perempuan dengan Inovasi Lahan yang TepatgunauntukMeningkatkanIncome) yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Tri Hastuti Nur Rochimah selaku Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menjelaskan Program SITI ini merupakan wujud kepedulian ‘Aisyiyah atas para perempuan yang berprofesi sebagai petani, ibu rumah tangga dan ibu pekerja informal. “Perempuan merupakan kelompok yang paling miskin yang harus mendapat akses terkait dengan program pemerintah yakni pengelolaan hutan sosial untuk meningkatkan pendapatannya dan kesejahteraan hidupnya,” ujar Tri. Melalui Program SITI ini ‘Aisyiyah mengusulkan untuk bisa memanfaatkan lahan tidur untuk kemaslahatan para petani dan perempuan. “Dalam program SITI, para perempuan di lokasi hutan sosial dan lahan kosong akan diberdayakan melalui kelompok yang akan mengelola tanah untuk peningkatan pendaptan mereka termasuk melalui koperasi,” jelas Tri lebih lanjut.

Menurut Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Dr Hadi Daryanto ketimpangan pemilikan lahan masih menjadi salah satu kendala di Indonesia. “Tanah sebagai aset Negara di bawah UU No 50 tahun 1950 memberikan hak milik seperti rumah, kantor, dan sebagainya. Selama hampir empat dekade, lahan tanah lebih banyak diberikan pada korporasi. Sehingga dalam hal ini pemerintah mengeluarkan UU terkait reformasi agrarian,” ujar Hadi. Pemerintah berkomitmen agar reformasi agraria ini bisa bermanfaat untuk mensejahterakan rakyat miskin, seperti para petani yang tidak memiliki tanah untuk mengelola lahan.

Hadi sangat menyambut baik Program SITI yang diajukan oleh ‘Aisyiyah ini. “Saya melihat ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah mampu menggunakan lahan tepat guna yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini sebagai langkah untuk meningkatkan martabat umat dan kemajuan bangsa. Sehingga persoalan orang miskin di Indonesia dapat dilindungi melalui program ini,” papar Hadi.

Dalam Program SITI kader ‘Aisyiyah bekerjasama dengan pemerintah akan menumbuhkan kesadaran perempuan sasaran program dengan training dan pendampingan untuk melakukan inovasi lahan tepatguna meliputi ecowisata, agro silvo pasture,bisnis hutan non kayu (madu ataupun produk lainnya) sehingga nantinya akan ada income (pendapatan) yang meningkat dengan pemupukan melalui pembentukan koperasi ‘Aisyiyah.

 

Dalam Resepsi Milad ‘Aisyiyah 100 tahun, Jumat 19 Mei 2017 di sportorium UMY, ‘Aisyiyah dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesiamelakukan penandatanganan MOU Program SITI yang dilakukan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini dengan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan dari Kemenhut Dr Hadi Daryanto. Dilakukan pula penyerahan tumbuhan hijau sebagai simbolis program SITI yang akan dilaksanakan di daerahpilot project yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. (Suri)