‘Aisyiyah dan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah Kaji Hukuman kebiri

14 Mei 2016 13:26 WIB | dibaca 1453

 

aisyiyah.or.id, Yogyakarta- Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus segera merumuskan padangan terhadap hukum kebiri dan kasus kejahatan seksual menyusul kasus terakhir yang sangat memprihatinkan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannag Djohantini pada Jum’at (14/05) dalam diskusi terbatas PP ‘Aisyiyah dengan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

“kami ingin bergegas karena kasus (kejahatan seksual) sangat mendesak. Kami ingin mengandeng majelis tarjih Muhammadiyah untuk mendiskusikan pandangan pesryarikatan,” tambah Noordjannah.   

Dalam kegiatan yang diadakan di kantor PP ‘Aisyiyah, Noordjannah juga menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah dan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah memiliki perhatian yang sama dalam isu perlindungan anak. “Kita punya concern melalui gerakan ‘Aisyiyah cinta anak. Ini juga sangat pas dengan fiqih perlindungan anak,” papar Noordjannah.

Darwan, Ketua Majelis tarjih mengatakan, Majelis Tarjih akan bekerjasama dengan ‘Aisyiyah dan segera merumuskan pandangan Muhammadiyah terhadap hukum bagi pelaku tindak kejahatan seksual. “Kita internal akan mengumpulkan landasan-landasan atas pandangan. Di pertemuan selanjutnya, kami berharap bisa berdiskusi langsung dengan pakar medis, psikologis dan hukum negara,” kata Darwan.

Diskusi bertajuk “Pandangan Muhammadiyah tentang Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Kejahatan Seksual terhadap Perempuan dan Anak,” tersebut dihadiri oleh seluruh Pimpinan ‘Aisyiyah, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Pimpinan Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan tamu undangan. [Mids]