‘Aisyiyah dan Dinkes Mempawah Adakan Pelatihan Tes IVA bagi Tenaga Kesehatan

16 September 2016 10:41 WIB | dibaca 938


 

Menjawab problem minimnya kompetensi tenaga kesehatan dalam melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), ‘Aisyiyah MAMPU bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah mengadakan Pelatihan Tes IVA Bagi Tenaga Kesehatan di kabupaten Mempawah(5-8/9/2016).

Dalam pembukaan pelatihanyang berlangsung di Dinas Kesehatan Kab. Mempawah,hadir Dinas Kesehatan(Dinkes) ProvinsiKalimantan Barat, Dinkes KabupatenMempawah, Pimpinan Wilayah 'AisyiyahKalimantan Barat, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Mempawah, juga para peserta pelatihan. Peserta pelatihan sendiri berjumlah 16 orang yang merupakan tenaga kesehatan dari puskesmas di Kabupaten Mempawah, terdiri dari 4 orang dokter dan 12 orang bidan.

 

Menurut Sari Amraini, Tim Program ‘Aisyiyah-MAMPU Kabupaten Mempawah, Pelatihan IVA bagi tenaga kesehatan ini sangatlahpenting untuk meningkatkan akses masyarakat Mempawah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi. “Sebelumnya,tidak semua Puskesmas di kabupaten Mempawah bisa melakukan tes IVA karena terkendala kompetensi tenaga kesehatan,” Ungkap Sari. Ia menambahkan, berdasar informasi yang didapatkannya dari Dinas Kesehatan, pertahun hanya 4 orang tenaga kesehatan yang mendapatkan pelatihan IVA di kabupaten Mempawah.

Usai mengikuti pelatihan ini para peserta menerima sertifikat yang menjadi bukti kompetensi. Sertifikat tersebut didapatkan bagi peserta yang mengikuti pelatihan secara keseluruhan dan melakukan praktik pemeriksaan IVA. Praktik pemeriksaan IVA dilakukan oleh peserta pada dua hari terakhir kegiatan pelatihan, yakni tanggal 7 dan 8 September yang dilangsungkan di Puskesmas Sungai Bakau Kecil. Peserta pemeriksaan IVA merupakan anggota BSA (Balai Sakinah Aisyiyah), komunitas dampingan ‘Aisyiyah, dari desa Sungai Batang dan desa Sungai Bakau Kecil.

  

Sari mengatakan, anggota BSA cukup antusias mengikuti pemeriksaan IVA yang ditandai dengan jumlah peserta yang melebihi target panitia. “target kami sebenarnya hanya 50 orang,tetapi yang ikut tes IVA berjumlah hingga 90 orang,” ungkap Sari. Bahkan tambahnya, dokter dan bidan sampai kewalahan melayani. Dari pemeriksaan IVA tersebut, papar Sari, terdapat satu pasien yang CK (Curiga Kanker). Selain itu, ada dua pasien yang mengalami kelainan pada payudara.“Kami berharap setelah ini ada pihak-pihak yang ikut memikirkan tindak lanjutnya bagi ketiga pasien tersebut,” ungkap Sari.

  

Lebih lanjut usai kegiatan pelatihan ini, Sari mengatakan, ‘Aisyiyah berharap semua puskesmas di kabupaten Mempawah dapat menyediakan layanan pemeriksaan IVA. Selain itu, imbuhnya, Puskesmas bisa terus menjalin kerja sama dengan 'Aisyiyah untuk program pemeriksaan IVA. “Harapan kami juga para tenaga kesehatan yang telah mendapat pelatihan bisa melaksanakan tugas sesuai yang diamanahkan” ujar Sari. (SPU)