'Aisyiyah Dampingi Anak-Anak Terdampak Bencana di NTB dan Palu

07 Januari 2019 11:24 WIB | dibaca 466

"Bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia tidak saja menyebabkan timbulnya korban jiwa ataupun menimbulkan kerusakan rumah dan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan trauma yang luar biasa, terutama bagi anak-anak," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noodjannah Djohantini menanggapi situasi bencana yang terjadi. Oleh karena itu menurutnya 'Aisyiyah tidak hanya memberikan bantuan logistik kepada masyarakat di daerah bencana tetapi juga melakukan kegiatan psikososial recovery trauma pasca bencana.

"Anak-anak Indonesia merupakan aset negara, generasi penerus bangsa, oleh karena itu perlindungan anak perlu menjadi perhatian khusus. Sehingga penanganan pasca bencana melalui program psikososial harus menjadi fokus kegiatan dan perlu dilaksanakan," jelas Noordjannah.

Sekretaris Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah menyampaikan bahwa hingga saat ini 'Aisyiyah sudah melakukan kegiatan psikososial recovery trauma pasca bencana bagi murid-murid Sekolah Dasar di daerah NTB dan Palu yang bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. "Sampai saat ini 'Aisyiyah sudah melakukan kegiatan psikososial paska bencana bagi 1200 murid SD di Lombok Utara dan 1500 murid SD di Palu," papar Tri.

  

Pada pelaksanaan kegiatan psikososial, Tri menyampaikan bahwa tim relawan yang juga terdiri dari psikolog dan pakar edutainment menemukan berbagai kondisi anak-anak akibat dampak bencana. “Bekerjasama dengan puluhan relawan, 'Aisyiyah ingin menangani kegelisahan, kekuatiran, ketakutan, trauma yang dialami oleh anak-anak yang terdampak bencana gempa bumi dengan memberikan pelayanan psikososial." Dampingan psikologis dan memberikan kegembiraan dalam proses pembelajaran melalui edutainment menurut Tri menjadi salah satu faktor penting dalam pelayanan psikososial yang dilakukan ‘Aisyiyah.

Tim ‘Aisyiyah melakukan beberapa kegiatan seperti merancang Imajinasi, memunculkan kepercayaan diri anak, menghilangkan kecemasan yang berlebihan, membangun perasaan positif, mengurangi ketegangan, kecemasan, dan terhadap symbol-simbol peristiwa bencana. “Kami juga berupaya mengembalikan fokus serta meningkatkan imajinasi dan ekspresi anak yang semuanya dilakukan dalam konsep permainan yang menyenangkan,” jelas Tri. "Harapan kami dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas hidup anak dengan mengembalikan kondisi psikologis yang ceria, bahagia dan penuh harapan pasca bencana." (Suri)