'Aisyiyah Bersama FMM Gandeng Dinkes Cianjur Atasi AKI dan AKB

28 September 2016 10:54 WIB | dibaca 1418


 

 

Mencoba menjawab angka AKI dan AKB (Angka Kematian Ibu dan Angka kematian Bayi) yang masih tinggi, 'Aisyiyah Cianjur bersama beberapa organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam FMM (Forum Masyarakat Madani) menggandeng pemerintah Cianjur yakni Dinas Kesehatan untuk mengadakan MoU bersama (6/9).

Menurut Febrianti Firdiayusi Koordinator tim MAMPU 'Aisyiyah Cianjur, kesepakatan ini bisa terwujud berkat kepercayaan pemerintah daerah dengan program yang sudah di jalankan 'Aisyiyah. "Kerjasama 'Aisyiyah dengan Organisasi Perangkat Desa terkait sangat bagus, kami sering dipercaya memegang program penting khusus bidang preventif dan promotif" ujar Febri.

Kebetulan pula lanjut Febri 'Aisyiyah dipercaya memimpin program Forum Masyarakat Madani bidang preventif pomotif khusus untuk penurunan AKI dan AKB. "FMM itu perkumpulan sekitar 10 organisasi seperti Fatayat NU, Muslimah, Aisyiyah, Forum Posyandu, PKK, PMI, Karang Taruna, MUI dan lain-lain" tambah Febri.


 

Febri menjelaskan bahwa selama ini sudah mulai terbentuk sistem kerjasama yang baik antara organisasi yang peduli dengan AKI AKB dengan pemerintah Cianjur "Kita di FMM ini mensinergiskan program organisasi dengan program pemerintah, bekerjasama dengan puskesmas, perangkat desa juga kecamatan di bawah kontrol Dinas Kesehatan." Ditambahkan oleh Febri bahwa kerjasama yang sudah terjalin adalah dengan konsep saling melengkapi karena organisasi pemerintah bergerak di bidang pelayanan atau kuratif dan FMM bergerak di bagian promotif serta preventif.

MOU yang ditandatangani bertepatan dengan Loka Karya Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Dalam Upaya Mengurangi Jumlah Kematian Ibu dan Bayi (AKI & AKB) Kabupaten Cianjur ini diadakan di Gedung Kompas Gramedia (6/9) dan dihadiri sejumlah organisasi yang tergabung dalam FMM serta instansi yang terkait dalam bidang kesehatan masyarakat. Instansi yang hadir antara lain 45 kepala dan bidang koordinator puskesmas Cianjur, perwakilan 32 kecamatan di Cianjur, ASDA 3, Pokja GPAI, Perwakilan Dinas Kesehatan khususnya bidang KIA dan Promkes, perwakilan BKBPP, Direktur RSUD, Direktur RS Swasta RSDH, Perrwakilan RS Cimacan, Perwakilan RS Pagelaran.

  



Menindaklanjuti MoU tersebut setiap organisasi akan semakin gencar membina masyarakat dengan memberikan sosialisasi berkesinambungan dan memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang kesehatan khususnya bidang kespro. Diharapkan oleh Febri agar kedepannya program ini dapat semakin meluas di luar desa binaan sehingga dapat mengurangi angka AKI dan AKB di Cianjur. (SPU)