'AISYIYAH BERIKAN BANTUAN PERALATAN KESEHATAN BAGI KLINIK ‘AISYIYAH

22 September 2016 15:33 WIB | dibaca 1806

'Aisyiyah sebagai salah satu organisasi gerakan sosial keagamaan yang tumbuh dan berkembang dengan pesat di tengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia. Sejak awal berdirinya, ‘Aisyiyah concern dalam bidang kesehatan.

Diungkapkan oleh sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Tri Hastuti Nur bahwa dalam perjalanannya memasuki abad kedua, kiprah ‘Aisyiyah semakin dinamis, bergerak di berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk bidang kesehatan. Di bidang kesehatan ini, berbagai amal usaha ‘Aisyiyah dalam bidang kesehatan, telah memberikan pelayanan kepada masyarakat dari level pelayanan dasar sampai pelayanan lanjut atau rujukan.

“ Data Amal Usaha Kesehatan ‘Aisyiyah Muhammadiyah di seluruh Indonesia berjumlah 480 buahterdiri dari87 rumah sakit, 267 RSIA dan rumah bersalin, 126 klinik pratama (balai pengobatan/balkesmas). Namun sebagiandari klinik 'Aisyiyah memerlukan dukungan sarana dan peralatan kesehatan agar dapat meningkatkan layanan kesehatan terutama di daerah-daerah tertinggal.” Tambah Tri Hastuti.

Dalam rangka upaya meningkatkan Klinik ‘Aisyiyah, Aisyiyah bekerjasama dengan BNI 46 memberikan bantuan peralatan kesehatan. Bentuk bantuannya berbagai jenis, jenis bantuan berupa alat kesehatan untuk mendukung peningkatan layanan klinik 'Aisyiyah (bukan bantuan uang tunai). Juga spesifikasi bantuan alat-alat kesehatan akan ditentukan oleh Tim CSR PP 'Aisyiyah dengan mempertimbangkan kebutuhan dari klinik yang mengajukan

       Tri menjelaskan, bahwa untukmendukung program peningkatan layanan kesehatan dasar di tingkat komunitas khususnya kesehatan  ibu dan anak,maka klinik harus dikembangkan baik fasilitas maupun keahlian para tenaga kesehatannya. Balai Kesehatan Ibu-Anak ‘Aisyiyah dan Klinik Pratama milik ‘Aisyiyah di tingkat desa dan kecamatan yang menjadi rujukan terdekat bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dasar menjadi elemen strategis dalam upaya mewujudkan layanan kesehatanIbu dan Anak.Namun demikian seiring pemberlakuan JKN bagi penduduk Indonesia, maka klinik-klinik ‘Aisyiyah ini harus mampu menjadi mitra BPJS agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang maksimal dan berkualitas.

       “Beberapa kendala yang ditemui dalam proses kerja sama ini antara lain SDM dokter dan belum terpenuhinya sarana pelayanan medis dan pelayanan keperawatan/kebidanan di klinik tersebut. Selain itu, klinik-klinik ‘Aisyiyah di daerah-daerah yang masih minim layananIbu dan Anak khususnyakesehatan reproduksi akan dikembangkan sebagai klinik yang memperhatikan kesehatan reproduksi perempuan dalam mendukung capaian SDGs.” Ungkap Tri.

    Menurut Tri, program ini akan menjadi sangat baik untuk meningkatkan akses  pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama di daerah yang kurang akses layanan kesehatan (daerah terpencil, daerah konflik, daerah rawan masalah sosial dan ekonomi), selain itu kualitas layanan kesehatan secara umum maupun kesehatan reproduksi pada masyarakat di amal usaha milik ’Aisyiyah akan meningkat. Juga di harapkan meningkatnya jumlah klinik pratama dan klinik utama yang bekerja sama dengan BPJS.