‘Aisyiyah Ajak Warga Pasar Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks

26 Oktober 2015 17:37 WIB | dibaca 934

Panitia Kampanye Deteksi Dini mendata calin peserta pemeriksaan di Pasar Beringharjo (Foto : Mida)

 

Yogyakarta-Memperingati bulan peringatan hari kanker payudara sedunia, ‘Aisyiyah dan Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta mengadakan kegiatan kampanye deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks bertempat di pasar Bringharjo, Yogyakarta, Ahad (25/10). Yuli Isnaeni, Ketua Bidang Pengelolaan Sumber Daya Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta mengatakan, pasar Beringharjo sengaja dipilih sebagai lokasi kampanye karena pasar merupakan ruang publik yang banyak dikunjungi oleh perempuan baik sebagai pedagang maupun pembeli.

Kegiatan yang mengambil tema “Sayangi Hidupmu, Ayo Tes IVA dan Sadarnis,” itu diramaikan dengan beberapa beberapa kegiatan: layanan pemeriksaan IVA, Sadarnis, dan layanan umum di Pendopo Timur Pasar Bringharjo dan Teras Pasar Bringharjo; sosialisasi deteksi dini kanker serviks dan payudara bagi pedagang dan pengunjung pasar; photo  corner; pernyataan dukungan gerakan deteksi dini kanker; dan talk show deteksi dini kanker serviks dan payudara di Radio Pasar.

Para pedagang maupun pembeli di pasar terlihat antusias mengikuti kegiatan kampanye. Sejak dimulai kegiatan dari pukul 09.00, pedagang maupun pengunjung pasar sudah terlihat memadati posko layanan IVA dan Sadarnis. Bahkan hingga pukul 11.00, sudah 100 pasien melakukan tes IVA dan Sadarnis.

“Berdasarkan data di pos pendaftaran, sampai jam 12.00 siang, ada lebih dari 150 perempuan baik pengunjung maupun pedagang tercatat melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Hasil pemeriksaan sebagian besar dinyatakan negatif dengan perbandingan 1:20 peserta,” ungkap Yuli.

Supriyatini, salah satu pengunjung pasar, mengaku senang dapat melakukan pemeriksaan IVA, “Baru kali ini saya periksa IVA, mau tahu kondisi saya. Tempatnya di pasar, jadi gampang dikunjungi.” Di los-los pasar Beringharjo, menggunakan kaos berwarna pink bertuliskan, “Ayo Tes IVA dan Sadarnis”, ibu-ibu ‘Aisyiyah, mahasiswa/mahasiswi Stikes ‘Aisyiyah, dan mahasiswi UMY tampak melakukan sosialisasi tentang deteksi dini kanker serviks dan payudara.

Kanker payudara dan kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak pertama dan kedua pada perempuan.  Insiden kanker payudara di Indonesia mencapai 40 per 100.000 perempuan. Berdasarkan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013, Daerah Istimewa Yogyakarta menempati peringkat pertama prevalensi kanker pada penduduk semua umur, sebesar 4,1. Jika terdeteksi sejak dini, peluang sembuh mencapai 96%. Sayangnya, 70% pasien kanker terdeteksi pada stadium lanjut. (HNS)