‘Aisyiyah Ajak Wapres Pimpin Langsung Penanganan Kejahatan Seksual Pada Anak

08 Desember 2015 17:21 WIB | dibaca 847

Silaturahmi dan penyerahan Pernyataan Resmi ‘Aisyiyah terkait Kasus Kejahatan Seksual Pada Anak kepada Wapres RI (Dok : PP ‘Aisyiyah)

 

Kasus kekerasan dan kejahatan   seksual   terhadap  anak-anak yang terjadi  di tanah air baik di ranah domestik  maupun  publik   dengan frekuensi  yang  sangat tinggi dan dapat dikategorisasikan sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Dengan fakta tersebut, ‘Aisyiyah dalam silaturahmi bersama Jusuf Kalla di Jakarta pada, Rabu (23/12) meminta Wakil Presiden RI untuk memimpin langsung penanganan kasus kejahatan seksual terhadap anak.

Selain itu, dalam surat yang disampaikan secara resmi kepada Jusuf Kalla ‘Aisyiyah berharap Wakil Presiden RI mengawal langsung penegakan hukum yang memberikan efek jera bagi pelaku.

“Baik hukuman seumur hidup atau bahkan hukuman mati untuk pelaku kejahatan seksual terhadap anak yang disertai dengan penyiksaan, pemerkosaan, perilaku brutal dan biadab serta pembunuhan. Kejahatan tersebut tidak layak mendapatkan pengampunan ataupun keringanan hukuman,” ujar Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini.

Sementara itu, berkaitan dengan  rencana  penerbitan  PERPPU  tentang hukuman kebiri, secara resmi, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menolak rencana terbitanya PERPPU mengenai hukuman kebiri. Dalam surat resminya, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyatakan bahwa hukuman kebiri bukan solusi tepat bagi pelaku kejahatan seksual pada anak. Hal itu, karena secara yuridis jenis hukuman kebiri tidak diatur dalam hukum positif maupun dalam hukum Islam.

Bingkai PERPPU juga dinilai bukan wadah regulasi yang tepat, karena PERPPU merupakan regulasi sementara, yang bisa dibuat ketika negara dalam keadaan genting dan mendesak, dan dari sisi waktu, PERPPU dirumuskan dalam waktu yang sangat singkat, sehingga dapat dipastikan secara substansi akan minim masukan dari para pihak yang kompeten di bidang Hukum Pidana atau bidang lain yang terkait. (PPA)