'Aisyiyah Ajak Teguhkan Komitmen Negara Pancasila

11 Juli 2018 10:22 WIB | dibaca 183

Perempuan memiliki potensi besar untuk menentukan nasib bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini dalam Silaturahim Syawalan 1439 H bertema 'Perempuan Berkemajuan Merawat Marwah Kebangsaan (10/7) yang digelar di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Noordjannah menggaris bawahi bahwa masih banyak persoalan bangsa yang belum selesai. "Masih banyak tantangan yang semakin tidak sederhana, termasuk problem terkait perempuan dan anak, kekerasan terhadap perempuan, kemiskinan, gizi buruk juga pernikahan dini." Oleh karena itu ia melanjutkan bahwa 'Aisyiyah mengajak semua pihak untuk bersinergi mengatasinya,"

Noordjannah menambahkan bahwa Muhammadiyah dan 'Aisyiyah hadir ikut mendirikan bangsa ini karenanya menjadi tanggung jawab kita untuk melanjutkan pembangunan bangsa. "Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan perjuangan para senior yaitu tanggung jawab dakwah dan tanggung jawab kebangsaan kita," tegas Noordjannah.

Pada acara yang turut dihadiri para tokoh perempuan nasional serta Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah ini Noordjannah juga menekankan tentang Darul Adi Wa Saadah atau Negara Pancasila. Bahwa semua harus bersepakat untuk mengisi hasil kemerdekaan, tidak terpecah belah dan berkomitmen satu Indonesia. Noordjannah juga mengajak para tokoh yang hadir untuk mengisi negara dengan cara-cara yang positif.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang turut hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan apresiasinya pada kerja-kerja yang sudah dilakukan Muhammadiyah 'Aisyiyah bagi kepentingan bangsa. "Bagi kami, selama ini ada dua macam kesalehan sosial yang dilakukan oleh Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, yaitu dalam bidang kemanusiaan dan perdamaian, yang keduanya terasa saling balapan dengan kementerian," ujarnya disambut gemuruh tepuk tangan hadirin. Retno kemudian menambahkan dengan menyebut bahwa Muhammadiyah dan 'Aisyiyah merupakan aset bangsa yang luar biasa nilainya. (Suri)