‘Aisyiyah Adakan TOT Gerakan Perempuan Pengurangan Sampah

07 Agustus 2018 11:00 WIB | dibaca 85

 

JAKARTA – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bekerjasama dengan KLHK mengadakan Training dengan tema “Membangun Gerakan Perempuan Dalam Pengurangan Sampah” yang bertempat di Mess Aceh, Jakarta (03 - 05/2008). Kegiatan ini merupakan wujud dari ‘Aisyiyah dalam bidang lingkungan hidup. Kegiatan ini selaras dengan visi LLHPB yakni mewujudkan kesadaran perilaku, sikap hidup  ramah lingkungan di kalangan masyarakat keluarga ‘Aisyiyah, lingkungan dan masyarakat umum sebagai bentuk rasa syukur pada Allah dalam menebar amar ma’ruf nahi munkar, sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Acara ini dihadiri perwakilan dari 24 provinsi  dengan total peserta 85 orang.

Pembukaan pada kegiatan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Masyitoh Chusnan, M.Ag selaku Koordinator Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Jakarta, Dra. Nurni Akma ketua LLH PB PP ‘Aisyiyah dan Ibu Rosa Vivien Ratnawati SH, Dirjen Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ibu Rosa Vivien menyampaikan bahwa tema ini sangat penting karena sampah plastik menimbulkan dampak serius pada lingkungan, dimana Indonesia merupakan negara terbesar kedua di dunia yang menghasilkan sampah plastik. Sampah plastik sendiri merupakan bahan yang tidak mudah terurai secara alami bahkan sampai ratusan tahun, sehingga dapat mencemari, merusak generasi dan merusak ekosistem tanah dan air.

Sedangkan Hj. Masyitoh Chusnan menyampaikan bahwa sebagai warga ‘Aisyiyah maka kita mesti selalu meneladani KH. Ahmad Dahlan, yang membawa empat pilar di antaranya Kharokatoh Islam yakni gerakan Islam yang terus bergerak dan berbuat tiada henti untuk mewujudkan Islam berkemajuan. Ghiroh amaliah dimana kita selalu beramal baik dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun. Makanya muncul berbagai institusi Muhammadiyah baik sekolah, rumah sakit maupun amal usaha ekonomi. Ghiroh Ilmu, dimana dalam berusaha menggunakan ilmu pengetahuan yang mumpuni, dan Ghiroh Taqhir yakni terus berusaha dan berubah demi kebaikan. Oleh karena itu gerakan pengurangan sampah ini sebuah amalan yang pas untuk Islam berkemanjuan.

Sedangkan Ibu Nurni Akma menyampaikan bahwa 24 provinsi yang hadir adalah wujud dari spirit perempuan. Islam mengajarkan agar manusia sebagai khalifah berusaha menyelamatkan lingkungan, karena ini adalah amalan Al Qur’an, menyelamatkan lingkungan berarti menyelamatkan generasi.

 

 

Beliau juga mengajak agar peserta nantinya menyebarkan keseluruh masyarakat untuk terlibat secara langsung membantu mengurangi sampah plastik. Sehingga gerakan ini dapat dilakukan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pelaksaannya akan dilakukan secara bertahap dimulai dari sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman terhadap warga ‘Aisyiyah di tanah air.

Adapun materi yang di berikan dalam training tersebut adalah  Ngaji Lingkungan dimana membahas Fiqh Lingkungan dan Realitas Sampah beserta Kebijakannya, Inspirasi Pengolaan Sampah oleh Shodaqoh sampah, Gerakan Indonesia Bebas Kantong Plastik serta Eco Masjid, serta praktik penggunaan barang menjadi lebih berguna oleh Si Dalang (Kreasi Daul Ulang). Adapun kegiatan ini di Fasilitasi oleh team Ecosister Maimunah, Rina Kusuma, Luluk Uliyah dan Vonny Novita. Insyaallah training ini tidak akan membosankan dan akan membuat peserta bersemangat, demikian penjelasan Hening Parlan selaku ketua Panitia yang sekaligus Koordinator Lingkungan dari LLH PB Aisyiyah. (hnp dan aam)