'Aisyiyah adakan Diskusi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah untuk Sinergi Program

25 Maret 2017 16:11 WIB | dibaca 1006

Yogyakarta - Merasa penting untuk bersinergi dengan Muhammadiyah, Pimpinan Pusat 'Aisyiyah (PPA) adakan diskusi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Pertemuan tersebut diadakan di Ruang Sidang Gedung Pimpinan Pusat 'Aisyiyah (25/3).

Ketua Umum 'Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk mensinergikan program-program 'Aiysiyah dengan MPM PP Muhammadiyah. "Dari pertemuan ini kita bisa menentukan program spa yang bisa untuk diakselersi sesuai tema tanwir dan sebagai forum untuk follow up hasil tanwir, serta mengakselerasi program-program yang disesuaikan dengan tema tanwir, dan memilih program apa yang bisa diakselerasi ke bawah," Ungkap Noor.

Dalam forum tersebut MPM dan Pimpinan Pusat 'Aisyiyah mendiskusikan program-program apa saja yang sedang dilaksanakan, "Setelah petemuan ini akan dibentuk task force untuk kerjasama antara PPA dan MPM," tambah Noor.

Hasil dari diskusi tersebut PPA dan MPM akan sama-sama fokus pada program pemberdayaan perempuan dan difable terkait masih banyaknya kekerasan yang mereka alami, juga fokus pada program pemberdayaan ekonomi yang terkait juga pada kedaulatan pangan, selain itu juga terkait dengan buruh migran yang masih belum tersentuh " Kita juga harus konsen di buruh, terlebih buruh migrant karena buruh dalam negeri sudah cukup kuat, untuk bagaimana detilnya nanti akan dibicarakan lebih lanjut," Ungkap Muhammad Yamin Ketua MPM PP Muhammadiyah.

Sekertaris MPM PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan mengungkapkan bahwa telah banyak pendampingan yang dilakukan oleh MPM dari banyaknya yang didampingi tersebut mayoritas adalah ibu-ibu, maka dari itu menjadi penting untuk bersinergi dengan 'Aisyiyah "Bila bersinergi dengan 'Aisyiyah pendampingan dari MPM jadi lebih terpadu, dari pertanian, ekonomi, perempuan juga anak-anak dan komunitas lainnya semua jadi bisa tersentuh," tutupnya. [Karima]