Agenda Tanwir Daring Pertama Muhammadiyah - 'Aisyiyah

17 Juli 2020 18:28 WIB | dibaca 246

Yogyakarta -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Konferensi Pers terkait agenda Tanwir dan penundaan Muktamar ke-48 pada (17/7). Informasi mengenai agenda Tanwir dan penundaan Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah ke-48 disampaikan langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Agung Danarto di lantai dasar gedung PP Muhammadiyah, jalan Cik Ditiro nomor 23, Yogyakarta.

“Sebagaimana diketahui, semestinya hari ini Muktamar Muhammadiyah yang direncanakan pada tanggal 01-05 Juli 2020 telah selesai dilaksanakan. Tetapi karena dalam keadaan pandemi Covid-19, menyebabkan Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah ke-48 harus ditunda pada tanggal 24-27 Desember 2020,” terangnya.

Tetapi, lanjut Agung, dalam Rapat Pimpinan Muhammadiyah Tingkat Pusat yang mengundang Pimpinan Wilayah Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PWMA), Pimpinan Ortom dan lainnya pada tanggal 05 Juli 2020 yang lalu bersepakat untuk menunda kembali pelaksanaan Muktamar. Namun, penundaan waktu Muktamar selanjutnya menunggu keputusan dalam sidang Tanwir.

Tanwir merupakan musyawarah tertinggi dalam persyarikatan setelah Muktamar yang digelar untuk memutuskan hal-hal terkait organisasi, termasuk wacana penundaan Muktamar Muhammadiyah-‘Aiysiyah ke-48.

“Mengingat masa jabatan pimpinan di persyarikatan yang akan segera berakhir tetapi pelaksanaan Muktamar belum bisa dilakukan, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan melaksanakan Sidang Tanwir yang insyaAllah dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2020,” sebut Agung.

Sidang Tanwir mendatang, kata Agung, merupakan sidang Tanwir yang istimewa. Pasalnya, dilaksanaan dalam situasi pandemi Covid-19 sehingga tidak dapat dilakukan secara normal. Kedua, menjadi sidang Tanwir pertama kali selama Muhammadiyah berdiri yang dilaksanakan secara daring (online). Ketiga, peserta Tanwir Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dengan sistem online ini berjumlah sekitar 1000 orang yang terdiri dari perwakilan PWMA, PDMA, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dari 25 negara, dan PCIA dari lima negara, para rektor PTMA, serta direktur RSMA. Keempat, sekaligus melaksanakan konsolidasi persyarikatan Muhammadiyah.

Dalam sidang Tanwir yang bertema “Hadapi Covid-19 dan Dampaknya,” konsolidasi persyarikatan Muhammadiyah dilaksanakan agar beradaptasi menghadapi pandemi Covid-19 beserta dampaknya dan dalam rangka memberikan solusi untuk negeri. Melalui Tanwir kali ini, Muhammadiyah tetap berkomitmen dan terdepan dalam proses solusi dan memberi untuk negeri. Muhammadiyah sebagai bagian dari bangsa berkomitmen untuk membantu bangsa dan negara, serta menyelamatkan kemanusiaan.

Melengkapi informasi dari Agung Danarto, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir yang terhubung melalui Zoom menyampaikan bahwa berdasarkan para ahli bidang kesehatan, di bulan Desember tidak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan yang mengundang orang banyak.

“Berdasarkan para ahli bidang kesehatan, di bulan Desember tidak memungkinkan untuk pelaksanaan acara yang melibatkan banyak massa. Maka dari itu Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah menggelat Tanwir secara daring ini,” paparnya.

Haedar juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia secara bersama-sama untuk tetap fokus pada penanganan Covid-19 seperti melakukan pencegahan dengan melakukan protokol kesehatan yang berlaku.

“Mari kita semua pihak mengutamakan menghadapi pandemi sebagai prioritas baik itu prioritas utama, prioritas genting, prioritas segala-galanya. InsyaAllah kalau kita mengerahkan kemampuan kita dan bekerjasama, kita akan lebih diringankan dalam menghadapi Covid-19,” harap Haedar. (AAM)