Abad Kedua TK ABA, Perkuat Peran dengan Visi Misi Terbarukan

17 November 2019 16:52 WIB | dibaca 280

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Tasyakur Milad Seabad ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Seminar Nasional Gebyar 100 Tahun TK ’Aisyiyah dengan tema Pembelajaran Steam dengan Metode Loose Parts untuk Anak Usia Dini pada Minggu (17/11).

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat ’Aisyiyah, Masyitoh Chusnan dalam keynote speech nya menyampaikan apresiasinya kepada para pegiat TK ABA dan juga perjalanan panjang yang telah ditempuh TK ABA. “Dinamika dalam perjalanan panjang TK ABA itu luar biasa, guru -guru TK ABA juga berjuang di seluruh provinsi dengan segala keprihatinannya”. Oleh karena itu menurutnya sebagai pionir TK ABA harus terus berinovasi “Sekarang kita sudah memasuki abad kedua, lalu apa yang akan kita perbuat?”ujar Masyitoh.

 

Menurut Masyitoh usia seribu hari dan juga golden age adalah sangat penting dalam pertumbuhan anak. Menurutnya seribu hari sudah dimulai sejak bayi dalam kandungan oleh karena itu peranan ibu selama masa kehamilan sangatlah penting karena ibu yang mengandung. Kemudian dilanjutkan dalam masa ASI Eksklusif yakni selama dua tahun. Itulah menurutnya kenapa pendidikan anak usia dini memegang peranan penting. "Berbicara golden age itu terkait dengan beberapa hal baik IQ, EQ, spiritual, kognitif, afektif, fikir, dzikir, ukir, maka disitu kita kerucutkan nilai-nilai dasar karakteristik PAUD adalah iman, ilmu, amal, di mana ini juga sesuai dengan teori pendidikan.”

 

Memasuki usia di abad kedua, menurut Masyitoh, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah juga merumuskan visi misi TK ABA ke depan yang akan di bawa dalam Muktamar ‘Aisyiyah pada bulan Juli 2020. “Visi TK ABA di abad kedua ini adalah terbentuknya tunas insan pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, mandiri, cakap kreatif, dan peduli.” Lebih lanjut ia memaparkan terkait misi TK ABA di abad kedua ini yakni pertama, menginternalisasikan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia. Kedua, mendidik anak secara optimal sesuai perkembangan anak dengan mengembangkan kemandirian, kecakapan, dan potensi anak. Ketiga, membiasakan anak bersikap peduli kepada sesama. Lebih lanjut Masyitoh menyampaikan bahwa konsep Islam Berkemajuan menjadi hal yang penting dalam pendidikan TK ABA dimana berciri harus selalu aruju ilal quran wasunah (kembali kepada Quran dan Sunah), dan selalu Rahmatan Lil Aalamin (menjadi rahmat bagi seluruh alam tidak hanya muslim saja tetapi seluruh umat di dunia dan juga seluruh makhluk yang ada di bumi).

 

Memberikan semangat kepada pegiat TK ABA yang hadir, Masyitoh mengajak para pegiat TK ABA agar harus selalu meningkatkan pengetahuan. “Di abad kedua ini ibu-ibu harus semakin cerdas IQ, EQ, spiritualitasnya sehingga menjadi insan kamil atau manusia yang sempurna karena di tangan kalian nasib anak usia dini Indonesia dan tugas kalian adalah mulia karena membawa anak usia dini menjadi calon pemimpin bangsa.” (Suri)