4 Regional Sukses Selenggarakan Konsolidasi Nasional MKS 'Aisyiyah Via Daring

23 September 2020 11:16 WIB | dibaca 61

Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah telah sukses menyelenggarakan Konsolidasi Nasional MKS ‘Aisyiyah secara daring terbagi atas empat regional. Regional satu pada tanggal 22 Agustus, dilanjutkan regional dua pada tanggal 29 Agustus, regional tiga pada tanggal 5 September serta regional empat pada tanggal 12 September.

“Diadakan per regional tujuannya untuk mengetahui permasalahan secara lebih dalam dari masing-masing PWA dan PDA terutama terkait manajemen kepemimpinan dan program untuk bisa didiskusikan dan diberikan masukan tentang bagaimana cara meminimalkannya,” jelas dr. Estry Martiana, Ketua MKS PP ‘Aisyiyah.

Hadir di setiap regional untuk memberikan pengarahan, Dra. Shoimah Kastolani, Ketua PP ‘Aisyiyah menyampaikan harapannya kepada MKS ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia untuk melakukan inovasi program, advokasi di lingkungan sosial serta tetap menjalankan karakter dan kepribadian 'Aisyiyah meski di masa pandemi saat ini.

"Perlu dilakukan inovasi program agar dapat disebarluaskan ke MKSdiseluruh level pimpinan. Kemudian di masa pandemi ini, advokasi lingkungan sosial juga diperlukan untuk melihat keadaan masyarakat, isu apa yang sedang terjadi," katanya.

Dan meskipun di masa pandemi, lanjut Shoimah, seluruh peserta dan warga 'Aisyiyah harus tetap menjalankan karakter 'Aisyiyah dengan menjadi pribadi yang cerdas dan berilmu untuk dapat menangkap isu yang terjadi di masyarakat.

"MKS yang bertujuan untuk social protection juga perlumeningkatkan etos kerja bersama dengan kedisiplinandan memiliki jiwa al-Ma'un. Kita harus menunjukkan bahwa keberadaan kita memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga harapannya kita didengar oleh masyarakat, dan diharapkan ada kemajuan atau perubahan ke arah yang lebih baik sehingga kita insyaAllah menjadi problem solver di masyarakat," ucap Shoimah.

Dalam kesempatan Konsolidasi Nasional MKS'Aisyiyahtersebut,dr. Esty Martiana, Ketua MKS PP 'Aisyiyah memaparkan tentang isu strategis yang menjadi program MKS berkaitan dengan perempuan, anak, perlindungan sosial, lansia dan disabilitas. Selanjutnya, pelaksanaan program secara nasional dan masif melalui GACA (Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak), sertabersinergi dengan berbagai pihak baik internal maupun eksternal.

“Program GACA yang menjadi prioritas dan MKS yang menjadi leading sektornya, namun mayoritas masih diwujudkan dalam kegiatan sosialisasi. Hal itu disebabkan para relawan belum berani melakukan melakukan tindakan lebih jauh karena keterbatasan keterampilan dan besarnya risiko yang mungkin terjadi, serta belum masifnya pelatihan relawan yang dilakukan wilayah,” ungkap Esty.

Menurut Esty mewakili MKS PP ‘Aisyiyah, program MKS di empat regional berjalan cukup baik, meskipun program yang dijalankan bersifat rutinitas pelayanan seperti santunan keluarga ‘Aisyiyah, santunan dhuafa, lansia, dan mengelola panti. Program-Program pengembangan dan perlindungan sosial yang bersifat pemberdayaan dan advokasi yang berkelanjutan kepada kelompok diffabel, korban kekerasan, masih sedikit dilakukan dan hanya di wilayah-wilayah tertentu, misalnya Bengkulu, Jawa Tengah, DIY, maupun Jawa Timur

Secara keseluruhan, Konsolidasi Nasional MKS ‘Aisyiyah menghasilkan kesimpulan bahwa masih diperlukannya penguatan struktur dan manajemen kepemimpinan bagi MKS di setiap PWA dan PDA. Kedua, perlunya pemahaman dan penguatan program terutama dalam hal merespon isu-isu lokal dan social protection. Ketiga, MKS di setiap level kepemimpinan masih perlu didorong untuk melakukan sinergi baik dengan internal persyarikatan maupun dengan pihak luar.

Esty berharap setelah Konsolidasi Nasional MKS ‘Aisyiyah, dapat menciptakan komunikasi organisasi yang efektif dan efisien. Selanjutnya program-program MKS akan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga mendorong terwujudnya kesejahteraan sosial di masyarakat di setiap level kepemimpinan organisasi.

Di samping itu, Esty turut menyinggungpelaksanaan Muktamar yang diundur di tahun 2022, yang artinya masihada dua tahun untuk menyelesaikan program dan merancang kelanjutan program MKS di masa yang akan datang.

"Diundurnya Muktamar di tahun 2022, artinya harus kembali meluruskan barisan dan menguatkan tekad, supaya dalam waktu dua tahun ini kita dapat menyiapkan landasan yang kuat untuk semua program MKS di periode ke depan agar bisa berjalan lancar," tutur Esty.

Program MKS yang harus dilakukan sampai dengan Muktamar sendiri di antaranya, pertama revitalisasi fungsi dan peran panti 'Aisyiyah yang mandiri dan berdaya saing. Kedua, optimalisasi fungsi dan peran Balai Kesejajteraan Sosial (Bakesos) 'Aisyiyah. Ketiga, peningkatan perlindungan sosial, kepedulian sosial terhadap kesejahteraan lansia, disabilitas dan kelompok rentan lainnya. Keempat, meningkatkan jejaring dengan berbagai pihak. (AAM)