35 Kabupaten Kota se-Jawa Tengah Meriahkan Expo Milad 'Aisyiyah dan TK ABA

13 Oktober 2019 18:28 WIB | dibaca 320

 
 
 
 
Minggu (12/10) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah menggelar Expo dan Lomba Milad 1 Abad dan Milad 102 Tahun 'Aisyiyah bertempat di Gedung G Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).
 
Pada sambutannya, Eni Winaryati selaku ketua panitia acara menyampaikan bahwa ekspo dan lomba dalam rangka peringatan Milad 'Aisyiyah dan TK ABA ini diikuti oleh 878 peserta dari 35 Pimpinan Daerah 'Aisyiyah wilayah Jawa Tengah. Ia mengucapkan terimakasi atas antusiasme dan semangat warga 'Aisyiyah dalam mengikuti acara yang disebutnya sebagai pesta 'Aisyiyah Jawa Tengah. "Hari ini 'Aisyiyah Jawa Tengah mengadakan pesta besar bersama ibu-ibu luar biasa yang mengikuti expo pendidikan dan 13 macam lomba dari setiap majelis di 'Aisyiyah."
 
Eni menjelaskan bahwa pada expo pendidikan setiap daerah membawa inovasi dan best practice yang dikembangkan masing-masing daerah bersama Ikatan Guru 'Aisyiyah Bustanul Athfal yang mendukung proses belajar mengajar TK ABA. Tidak kalah semarak adalah stan lomba dari berbagai majelis yang ada di setiap daerah yang dilaksanakan di gedung fakultas kedokteran Unimus.
 
Semangat warga 'Aisyiyah dalam berkegiatan ini diapresiasi oleh Sri Darmawati selaku Wakil Rektor Unimus yang menjadi lokasi acara. Ia juga menyampaikan kekagumannya atas kiprah 'Aisyiyah yang membangun generasi bangsa, generasi yang berkemajuan. "Kami selalu melihat dan mencontoh apa yang diperbuat 'Aisyiyah yang begitu luar biasa baik di bidang pendidikan serta kesehatan dan juga sosial seperti panti asuhan." Ia menambahkan harapannya agar Unisma bersama Muhammadiyah 'Aisyiyah bisa maju berkolaborasi untuj kemajuan bangsa.
 
Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah, Umul Baroroh menyampaikan bahwa tujuan dari milad ini merupakan ekspresi kesyukuran 'Aisyiyah Jawa Tengah karena 'Aisyiyah sudah berusia 102 tahun berkiprah melayani masyarakat. Selain itu ia menambahkan  usia satu abad TK ABA juga merupakan peristiwa luar biasa karena satu abad yang lalu dengan kondisi terjajah dan segala keterbatasan 'Aisyiyah Muhammadiyah sudah memikirkan pendidikan usia dini. 
 
Ummul menyampaikan bahwa saat ini di Jawa Tengah sudah berdiri tiga ribu TK ABA dan ditengah persaingan global TK 'Aisyiyah ini harus bisa berinovasi agar tidak tergerus jaman. "TK 'Aisyiyah harus bereksplorasi, berinovasi supaya tidak tergerus jaman tetapi tetap dengan ciri khasnya yakni al-Islam, kemuhammadiyahan, ke'Aisyiyahan, sehingga menjadikan anak sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlakul kharimah."
 
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang diwakili oleh Musman Tholib juga menyampaikan selamat atas milad 'Aisyiyah dan TK ABA. Ia meminta agar TK ABA selalu melakukan perbaikan dan perkembangan untuk mencapai kesuksesan dan berlomba mengadakan kebaikan di jalan Allah.
 
Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini saat memberikan pidato milad meminta agar seluruh warga 'Aisyiyah melaksanakan perayaan milad dengan penuh syukur dan wujud refleksi. "Milad ini adalah bentuk refleksi kita, kesyukuran kita, muhasabah kita di mana 'Aisyiyah dengan ihtiar yang sedemikian rupa telah berdiri dan hadir menjadi organisasi yang membawa misi kerisalahan, membawa misi kepentingan agama sekaligus misi kebangsaan pra Indonesia."
 
Mengapa pra Indonesia? Noordjannah menyampaikan bahwa 'Aisyiyah Muhammadiyah hadir dan ikut mendirikan negara Republik Indonesia. "Ini yang harus menjadi refleksi kita semua di mana Indonesia hadir juga atas perjuangan para tokoh 'Aisyiyah Muhammadiyah untuk menjadikan Indonesia sebuah bangsa yang merdeka."
 
Noordjannah melanjutkan bahwa upaya untuk menjadikan Indonesia merdeka sudah dirintis oleh 'Aisyiyah dengan mendirikan TK ABA pada tahun 1919 yang pada waktu itu bernama Frobel School sebagai wujud kemerdekaan pendidikan bagi warga bumiputra. "Dengan situasi yang ada pada saat itu, 'Aisyiyah ingin membangun kekuatan sendiri kekuatan di mana pribumi harus merdeka dan harus cerdas itulah salah satu cara 'Aisyiyah berjuang mengikhtiarkan agar negara Republik Indonesia yang waktu itu belum merdeka bisa dimulai kemerdekaannya itu dengan mendidik anak-anak yang masih balita yang pada saat ini disebut pendidikan anak usia dini."
 
Lebih lanjut Noordjannah menyampaikan harapannya agar TK ABA yang saat ini telah berjumlah lebih dari 20 ribu dan tersebar diseluruh daerah di Indonesia bisa terus memberikan pendidikan yang dibutuhkan oleh anak Indonesia. "Ada tiga hal yang dibutuhkan dalam pendidikan bagi anak yakni mendidik anak dengan jiwa damai, jiwa merdeka, dan welas asih sehingga akan membawa damai, toleransi, damai tapi juga kokoh dalam akidah itu adalah ciri TK ABA kita." Dua puluh ribu lebih TK 'Aisyiyah menurut Noordjannah harus menjadi tempat menyamaikan perdamaian untuk generasi yang akan datang. (Suri)