18 Mahasiswa Akper 'Aisyiyah Padang Angkat Janji Pengabdian

10 Mei 2019 10:12 WIB | dibaca 73

PADANG -- Sebanyak 18 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) 'Aisyiyah Padang, mengikuti prosesi Capping Day dan Angkat Janji Mahasiswa Perawat di aula kampus Akper 'Aisyiyah Padang, Jalan Penjernihan III Gajah Mada, Gn. Pangilun, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (30/04). Proses pen-capping-an dan angkat janji dipimpin Penanggung Jawab Akper 'Aisyiyah Padang yang juga Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Sumbar, Dra Hj. Meiliarni Rusli. Kegiatan disaksikan para mahasiswa dan orangtua wali.

 

Meiliarni Rusli mengungkapkan, Capping Day dan angkat janji dilakukan bagi 18 mahasiswa semester satu yang telah mengikuti ujian akhir semester I. "Mahasiswa perawat telah menyelesaikan kegiatan belajar baik teori maupun praktik selama kurang lebih satu semester dan siap untuk memasuki dunia keperawatan," terangnya.

Dikatakan, Capping Day ini merupakan salah satu tradisi dalam keperawatan maupun kebidanan. Pada momentum tersebut, Capping day dan Angkat Janji Mahasiswa merupakan langkah awal bagi para calon perawat untuk mulai mengabdikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

"Melalui pemasangan Kap dan tanda mahasiswa berarti mahasiswa telah menggunakan selurut atribut kependidikan sehingga memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam menjaga nama baik almamater, civitas akademika dan diri sendiri untuk menjadi tenaga perawat yang cerdas berkualitas dan profesionaI," ungkapnya.

Kepala Sub Bagian Sistem Informasi dan Kerja Sama L2Dikti Wilayah X, Sirjon menyebutkan, Capping Day merupakan acara yang menandakan para mahasiswa yang dilantik hari ini, secara resmi mengemban tugas untuk menggabungkan diri dalam keperawatan dan kebidanan di rumah sakit.

"Perawat dan bidan yang profesional adalah mereka yang memiliki kompetensi, atur metode untuk para pasien dalam menjalankan tugasnya. Maka belajar dan berlatih terus menerus menjadi harus dilakukan. Manfaatkan fasilitas dan teknologi informasi yang ada untuk menambah dan menumbuh-kembangkan wawasan keilmuan," paparnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Arri Yuswandi mengungkapkan mahasiswa keperawatan harus bisa menjadi tenaga kesehatan di tengah masyarakat. Dimana peran para Mahasiswa/i Akper pada saat ini dan akan datang sangat penuh berarti dalam membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan bidang kesehatan sesuai dengan profesi yang dimiliki. 

Arri juga meminta mahasiswa Akper Aisyiyah harus siap untuk melahirkan perawat yang professional guna menghadapi era globalisasi yang penuh dengan nuansa persaingan. Ia menambahkan fasilitas kesehatan (faskes) baik berupa puskesmas dan klinik harus terakreditasi dan memerlukan tenaga kesehatan yang kaya skill dan pengalaman. (RI)