Rini Soemarno : ‘Aisyiyah dan BUMN Bisa Sinergi Dalam Program Ekonomi Kerakyatan

18 Maret 2016 14:55 WIB | dibaca 1055

Menteri BUMN RI, Rini Soemarno saat mengisi dialog di UNISA (Foto: Dok. Roficoh)
 

Selama ini program pembangunan ekonomi masyarakat belum menyentuh warga dengan ekonomi paling rendah. Dengan program ekonomi kerakyatan BUMN mencoba menyentuh masyarakat dengan ekonomi paling rendah melalui Kredit Usaha Rakyat di Bank milik BUMN dengan pinjaman mulai dari lima ratus ribu sampai dua juta.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri BUMN Republik Indonesia, Rini Mariani Soemarno saat mengisi dialog di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), pada Jum’at (18/03). Menurut Rini, ‘Aisyiyah dan BUMN bisa bersinergi dalam program tersebut.

“Harapannya ada kelompok dibimbing, ada pertemuan rutin. ‘Aisyiyah di akar rumput bisa menjadi pendamping. PNM ada Program Mekar kepada kelompok ibu-ibu di area termiskin. Ini hal-hal yang dapat kita kerjasamakan,” ujar Rini

Menurut Rini, kerjasama dengan ‘Aisyiyah akan mampu membangkitkan ekonomi di akar rumput. Hal tersebut karena perekonomian di akar rumput mayoritas digerakkan oleh kelompok perempuan. Terutama daerah dengan kondisi ekonomi terendah. “Saya berharap bisa ada sharing experience dengan ‘Aisyiyah yang sudah lama berpengalaman,” tambah Rini.

Senada dengan Rini, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini mengatakan bahwa ‘Aisyiyah ingin menjadi bagian dalam pembangunan melalui sinergitas dengan pemerintah. Noordjannah mengungkapkan bahwa data kemiskinan yang menurun tidak sejalan lurus dengan gap yang justru semakin tinggi antara kelompok miskin dan kaya.

“MDGs masih menyisakan banyak peer. Indonesia masih dalam posisi yang masih harus secara bersama-sama berusaha keras untuk mencapai kesejahteraan. ‘Aisyiyah ada pengalaman dan terus bersinergi dengan banyak pihak untuk menguatkan ikhtiar-ikhtiar itu. Ini adalah bagian dari jihad karena harus bersungguh-sungguh menyelesaikan masalah, ” kata Noordjannah.

Atas hal tersebut, ‘Aisyiyah menyambut baik tawaran sinergi yang diajukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. (Mids)